KabarNet.in

Aktual Tajam

Dua Polisi Jadi Gembong Rampok

Posted by KabarNet pada 25/01/2011

Keinginan pimpinan Polri mewujudkan zero pelanggaran di tahun 2011 belum sepenuhnya dituruti jajaran di level bawah. Sabtu (22/1) dini hari dua oknum bintara polisi ditangkap Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, karena terlibat aksi perampokan truk berisi komputer laptop.

Kedua oknum anggota itu bernama Suwanto dan Nanang. Mereka beraksi bersama tiga orang teman lainnya, yakni Candra, Ujang, dan Kancil.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hery Rudolf Nahak, yang dikonfirmasi Sabtu (22/1), membenarkan penangkapan komplotan perampok yang diotaki dua oknum polisi. Saat ini kelima tersangka tersebut ditahan dan masih menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk yang dikemudikan Sur itu dirampok Jumat (21/1) sore menjelang maghrib. Truk itu mengangkut muatan sejumlah laptop dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, menuju ke daerah Manggadua. Kendaraan besar itu kemudian dirampok saat melintas di wilayah Kemayoran.

Modus operandi yang dilakukan Suwanto dan Nanang adalah berpura-pura melakukan razia malam. Sopirnya disuruh memperlihatkan surat-surat kendaraannya. Belum sempat menunjukkan yang diminta, sopir dan keneknya ditodong senjata api. Kedua korban disuruh turun dan dibawa masuk ke dalam mobil sedan sejenis Honda Jazz yang dibawa pelaku.

Sopir dan kenek truk itu dibawa keliling kota dan menjelang dini hari keduanya dibuang di daerah Pondok Indah. Kasus perampokan ini segera dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Tim serse Satuan Jatanras segera melacaknya. Sabtu dini hari Suwanto Cs akhirnya dibekuk. Barang bukti yang disita sebuah truk dan satu pucuk senjata api.

Ngaku Polisi

Sementara itu Polrestro Jakarta Selatan menahan Fahmi, yang mengaku sebagai anggota polisi.
Dia ditangkap polisi di sebuah pusat kebugaran di Manggarai, Tebet, berdasarkan laporan masyarakat soal senjata api yang dibawa Fahmi.

“Dia bukan anggota polisi tapi anggota forum komunikasi masyarakat. Dia mengaku-ngaku sebagai polisi dan memperlihatkan senjata api kepada teman- temannya yang kini jadi saksi,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan, via telepon.

Kepada petugas, Fahmi mengaku senjata api itu bukan kepunyaannya tapi dipinjami oleh kawannya yang berinisial G. Polisi kemudian menyambangi rumah G yang masih di kawasan Tebet. Namun, kata Budi Irawan, G sudah melarikan diri.

Dari tangan Fahmi, polisi menyita barang bukti sebuah senjata api jenis revolver kaliber 32 dan empat butir peluru. Fahmi dijerat pasal Undang Undang Darurat No 12 Tahun 1951 karena membawa atau memiliki senjata api tanpa dilengkapi surat izin. Dia terancam hukuman di atas lima tahun penjara. (Dedy/ Warta kota)

Satu Tanggapan to “Dua Polisi Jadi Gembong Rampok”

  1. Wong nDeso said

    Tidak heran

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.993 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: