KabarNet.in

Aktual Tajam

Tak Bawa Uang Rp7 juta, RS Prikasih Abaikan Pasien dan Tewas

Posted by KabarNet pada 29/10/2010

Ayah saya Rusdin Zakaria kelahiran tahun 1952 mengalami sesak napas. Saya lantas membawanya ke sebuah rumah sakit kecil di sekitar rumah saya. Ayah saya didiagnosa sakit jantung. Karena fasilitas rumah sakit tidak memungkinkan untuk menangani, ayah saya lantas dirujuk ke RS Prikasih, Pondok Labu. Saya langsung melarikan ayah saya ke RS Prikasih dan tiba sekitar jam 5 pagi. Ayah saya langsung ditangani oleh dokter. Cek tekanan darah dan jantung dilakukan. Setelah selesai pengecekan, saya dan abang saya diminta untuk mendaftar dan mengurus administrasi di kasir. Si kasir bilang, saya harus membayar uang Rp7 juta untuk perawatan ayah saya di Ruang ICU. Tapi saya tidak bawa uang sejumlah itu.

Lalu abang saya bilang boleh deposit (DP) dulu atau tidak? Tidak boleh. Bahkan ketika abang saya memastikan akan memberi jaminan dan memastikan bahwa uang Rp7 juta akan kami siapkan, asal ayah ditangani dulu. Tapi kasir menolak dengan alasan harus ada uang untuk bisa dirawat di ICU. Padahal kondisi ayah saya sudah payah.

Si kasir selanjutnya mengatakan bahwa ayah saya dibawa saja ke rumah sakit yang biayanya lebih murah. Apalagi ayah saya memiliki asuransi kesehatan sebagai pensiunan pegawai negeri sipil yang berprofesi sebagai guru. Dokter pun merujuk ayah ke RS Fatmawati, Cilandak. Karena lelah mendebat dan panik, saya langsung membawa ayah ke Fatmawati dengan mencegat taksi.

Setelah agak lama mencegat taksi, sekitar 10 menit, saya mendapat taksi. Tapi di perjalanan menuju Fatmawati itu, saya merasakan tubuh ayah saya tidak bergerak lagi. Selama di taksi, ayah saya memang sudah makin payah kondisinya. Hingga saya merasa bahwa ayah saya sudah tidak ada.

Tapi saya tetap memutuskan untuk membawa ayah ke Fatmawati. Setiba di sana, ayah saya langsung ditangani dokter. Tapi dokter menggeleng dan memastikan bahwa ayah saya sudah tidak bisa ditolong. Itu terjadi sekitar jam 6.30.

Dokter yang memeriksa mata ayah bilang, kalau dilihat dari matanya, ayah saya sudah meninggal beberapa waktu lalu. Si dokter juga bertanya kenapa tidak langsung ditangani di Prikasih yang memiliki dokter dan fasilitas lengkap, kenapa harus dirujuk lagi dengan kondisi seperti ini? Saya bilang karena tidak ada uang Rp7 juta saat itu juga.

Saya ingat, jam 6.10 saya sempat meminta taksi berhenti sesaat karena ayah saya sudah tidak bergerak. Tapi saya tetap membawanya. Orang-orang di RS Fatmawati bilang, kok tega ya kondisi begini tidak diterima. Saya merasa, RS Prikasih mudah sekali mempermainkan nyawa seseorang hanya karena uang Rp7 juta. Padahal ternyata, pagi itu juga ibu saya di rumah juga sudah mendapat uang sejumlah itu. [Primair]

Indra Prana Rusdiansyah, 23 tahun
Putra Bapak Rusdin Zakaria
Kelurahan Limo, Kota Depok, Jawa Barat

19 Tanggapan to “Tak Bawa Uang Rp7 juta, RS Prikasih Abaikan Pasien dan Tewas”

  1. Prafty berkata

    Ayahmu ya bro…

  2. [...] This post was mentioned on Twitter by Nyantry and Muwafiq, Proletar. Proletar said: Tak Bawa Uang Rp7 juta, RS Prikasih Abaikan Pasien dan Tewas: Ayah saya Rusdin Zakaria kelahiran tahun 1952 mengal… http://bit.ly/caGap3 [...]

  3. Nama rumah sakitnya prikasih apa pilih kasih,
    Semoga tidak ada lagi orang yang berobat ke rumah sakit Prikasih,

  4. Seorang Ibu berkata

    turut berduka ya….
    itulah Indonesia… uang adalah segalanya. cuma yang punya uang yang bisa diperhatikan dan dilayani. Kalau di azab Alloh wajar kan?

  5. Jen Ox berkata

    Finally someone know what they are talking about. Great post.

  6. parto berkata

    Judul terlalu tendensius, padahal isinya dah jelas rs prikasih dah ssuai melakkan tindakan yang semstinya. itu pasein punya askes, mestinya cari tmpt rujukan yg ssuai askes. klo ke swasta ya mesti pake duit, kemana aja seluruh indonesia pasti begitu. coba aja situ kewarteg minta makan tp ga bw duit, klo ga ditendang…

  7. ranga berkata

    Buat parto..dasar orang tegal..di samakan
    SAma warteg????ya beda lah,,ga pake otak!!!!kbnyakn mkn di warteg ya????

  8. khoe seng seng berkata

    Saya turut berduka atas meninggalnya ayah pak Indra. Semoga almarhum diterima disisinya dan keluarga bapak diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

    Memang inilah kondisi rata-rata umumnya rumah sakit-rumah sakit di Indonesia baik swasta maupun pemerintah dimana tindakan penyelamatan baru akan dilakukan jika si pasien atau keluarga pasien telah membayar uang muka terhadap upaya pengobatan yang belum dilakukan. Managemen rumah sakit tidak perduli pasien sakit parah ataupun sudah akan meninggal, bagi rumah sakit ini yang penting bayar dulu baru diberikan pelayanan.

    Ini sangat bertolak belakang dengan tujuan pendirian rumah sakit yang bersifat sosial dan sumpah jabatan dari para dokter yaitu menolong pasien dahulu bukan meminta bayaran terlebih dahulu.

    Rumah sakit-rumah sakit semacam ini sebaiknya diberikan teguran keras bila perlu dicabut izinya karena rumah sakit ini didirikan oleh yayasan-yayasan yang tujuan utama pendiriannya bukan mencari profit tetapi menolong sesama umat yang membutuhkan pengobatan.

    Kebanyakan rumah sakit sekarang dibangun dengan tujuan mencari profit sehingga terjadilah kejadian seperti yang menimpa keluarga pak Indra dan saya rasa bukan hanya keluarga pak Indra saja yang mengalami kasus seperti ini mungkin masih ada ratusan ribu kasus yang tidak bisa terekspos karena mungkin ada yang mengalami kasus ini tidak tahu harus kemana mereka mengadukan kasus yang dialami.

    Semoga pemerintah dan wakil rakyat kita di DPR mau memperjuangkan nasib rakyat yang memilih mereka dengan memperjuangkan peningkatan anggaran untuk kesehatan disamping tentu perjuangan untuk peningkatan taraf hidup melalui pembukaan lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya guna mengentaskan kemiskinan di negeri tercinta ini sehingga tidak akan terjadi lagi hal seperti yang dialami pak Indra.

  9. widi berkata

    Memang rs prikasih itu cuma bertujuan mencr profit bukan menolong pasien.bahkan yg sdh byr pun pelayanannya msh ga maximal.perawatnya judes,ga ramah n ga sopan.coba dah tuch d koreksi lg biar msk surga.hahaha.

  10. Anonymous berkata

    rumah skit perih kasih x

  11. ck berkata

    ibu saya dari hanya pingsan, setelah dilarikan ke prikasih, langsung divonis tidak dapat ditolong 3 april kemarin. Dan dokter perempuan itupun mendiagnosa bahwa ibu saya sakit jantung. Mereka tidak mempunyai fasilitas yang memadai saya rasa. mereka tidak mempunyai asilitas pacu jantung. sehingga ibu saya tidak bisa ditolong.
    yang anehnya disini, mengapa selalu membuat alasan dari sakit jantung kalau faktanya mereka tidak memiliki fasilitas yang memadai

  12. Gohan berkata

    parto parto….dasar orang tolol….

  13. Anonymous berkata

    tutup aja bro rumah sakitnya

  14. AngelSays berkata

    tadinya dari nama RS ini terlihat bagus ya tapi setelah membaca artikel ttg Pak Indra (Almarhum) ini sepertinya jadi tidak cocok sama sekali ya namanya..semoga slrh RS yang ada di segala tempat tidak sama seperti kasus RS ini karena akan merusak citra RS yang seharusnya melayani pasien yg datang siapapun orangnya misikin atau kaya karena kesehatan itu adalah hak semua orang..

  15. world berkata

    parto. semoga kejadian ini menimpa diri lo dasar binatang melata

  16. solihin berkata

    Sabar aja masbro, memang orang2 seperti masyarakat kecil selalu dianggap remeh,? Percuma klu kita mengadu hanya didengar tidak di tindak lanjuti,,toh orang tempat kita mengadu tingkah lakunya sama saja dgn perilaku ada uang laporan jalan ga ada uang laporan hilang.
    Memang berdoalah jalan yg terbaik.
    Karna sesungguhnya doa orang2 yang terdzolimi pasti di dengar 4JJI swt

  17. Anonymous berkata

    sabar cuuuyyyy…..kalian ngatain orng TOLOL gak ada bedanya sama yg TOLOL, skrng udh lebih baik kok prikasih :)

  18. SC berkata

    http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/11/03/144081-rs-prikasih-elak-dituding-minta-uang-jaminan-pasien
    sebelum mengejudge orng, better kaliang ngecek dulu yah

  19. Upin berkata

    Berobat ke tabib aja ah ……..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.095 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: