KabarNet.in

Aktual Tajam

Gories Mere Dikecam

Posted by KabarNet pada 23/09/2010

Jakarta — Mungkin bagi banyak polisi, nama Gories Mere cukup disegani. Tapi bagi siapapun yang sangat teliti mengikuti sepak terjang dari perwira tinggi Polri Angkatan 1976 ini, Gories Mere tak ubahnya sebuah lagu lama yang nada-nadanya sudah tak lagi merdu jika menyanyikan senandung tentang pemberantasan terorisme. Disaat semua pihak sedang menunggu keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang calon Kapolri yang akan diajukan ke DPR, Gories Mere memimpin aksi bau terasi dari Densus 88 Anti Teror Polri di Medan, SumateraUtara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Medan mengirim surat protes pada Kapolda Sumut atas tindakan Densus 88 yang tidak prosedural. Pasukan elit ini menerobos Area Delta Bandara Polonia tanpa melalui proses seharusnya dan tidak mengindahkan petugas TNI AU yang bertugas di sana.

Peristiwa itu terjadi pada 13 September yang lalu saat Tim Densus hendak terbang dari bandara tersebut. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere disebut-sebut ada dalam rombongan Densus 88 yang ‘menerobos’ Bandara Polonia untuk menuju Area Delta. Namun Mabes Polri membenarkan tindakan Gories Mere yang ikut dalam operasi Densus 88 di bandara Polonia Medan.

“BNN kan punya wilayah hukum di Indonesia, jadi ya nggak masalah kalau ada di sana,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan saat dihubungi wartawan, Selasa (21/9/2010).

Silahkan Mabes Polri membela dan mencari pembenaran atas langkah-langkah Gories Mere yang masih saja berkutat di antara Densus 88 Anti Teror.

Publik sudah tak heran dengan kelakuan Gories Mere ini.

Inilah manusia yang paling tidak bisa menghormati dan menjalin koordinasi dengan instansi lain, bahkan dengan kalangan internal Polri.

Inilah manusia yang seakan-akan mengidap “POST POWER SYNDROME” sehingg tugas utamanya sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional diabaikan dan ditelantarkan begitu saja.

Untuk apa, operasi-operasi Densus 88 dipimpin oleh seorang perwira tinggi bintang 3 yang aktif ?

Kurang kerjaan ?

Operasi di lapangan cukup dipimpin oleh kalangan internal Densus 88.

Dan Gories Mere bukan bagian dari struktur kepemimpinan dari Densus 88 Anti Teror, bahkan Polri secara institusi.

Kepada KATAKAMI.COM lewat wawancara di Jakarta (22/9/2010), Neta S. Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch mengecam keras aksi Gories Mere yang masih saja terus mengendalikan Densus 88 Anti Teror Polri.
“Gories Mere ini tidak sadar bahwa dia sudah berada diluar organisasi Densus. Tugas utamanya di BNN, silahkan kerjakan tugas utamanya di BNN. Jangan mengacak-acak Densus 88. Kok seperti orang yang mengidap sakit POST POWER SYNDROME. Tidak tahu malu kalau masih ngotot mengendalikan Tim Anti Teror Polri. Baik memimpin atau cuma sekedar ikut dalam oeprasi resmi Densus, Gories Mere tidak punya hak apapun” kata Neta S. Pane.

Neta juga menyarankan agar Densus 88 Anti Teror dibubarkan dan dilebur ke dalam Brimob.

“Densus ini sudah kehilangan kendali. Arogan dan sangat besar kepala. Jangankan terhadap instansi lain, terhadap sesama polisi saja tidak bisa dan tidak mau berkoordinasi. Bubarkan saja. Pemerintah harus tegas kepada Densus ini” lanjut Neta.

Neta S. Pane mensinyalir rangkaian panjang insiden demi insiden yang terjadi di Sumatera Utara yaitu dari mulai peristiwa perampokan Bank Niaga, pemburuan terorisme, penerobosan ke Lapangan Udara Polonia Medan oleh Densus 88 Anti Teror Polri sampai ke penyerangan Mapolsek di Hamparan Perak (Deli Serdang) patut dapat diduga adalah upaya yang sangat serius dari “pihak-pihak yang tertentu” untuk menjatuhkan citra Kapolda Sumatera Utara.

“Pak Oegroseno itu adalah calon Kapolri yang sangat favorite. Tapi belakangan ini, figur Oegroseno seakan mau ditenggelamkan oleh pihak tertentu yang sepertinya ketakutan kalau Oegroseno naik. Semua rangkaian yang terjadi di Sumatera Utara menjelang pemilihan Kapolri ini adalah kecenderungan untuk menjegal Oegroseno. Ada yang sangat ketakutan kalau Oegroseno naik. Sederhana sekali dan gampang membaca gerakan-gerakannya” tegas Neta.

Neta juga mengecam keras pernyataan dari Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan yang membenarkan tindakan Gories Mere ikut dalam operasi Densus 88 menerobos Bandara Polonia Medan.

“Eh, tolong dimuat ya, Indonesia Police Watch mengecam Kepala Divisi Humas Polri kalau mereka membenarkan tindakan Gories Mere. Hei, Iskandar Hasan, apakah anda mau kalau Mantan Kepala Divisi Humas Polri seperti Abubakar Nataprawira misalnya, ikut campur dan masih terus mengendalikan tugas-tugas pokok di Humas Polri ?Apakah bisa dibenarkan kalau mantan Kapolri Jenderal Sutanto mengendalikan Kapolri BHD urusan internal Polri ? Apakah bisa dibenarkan kalau Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengendalikan Presiden SBY dalam urusan kabinet pemerintahan ?  Tidak bisa kan ! Tidak boleh dikendalikan oleh orang-orang yang sudah tidak bertugas lagi secara resmi. Gories Mere tidak berhak mengendalikan Densus 88. Kok tidak tahu malu masih ikut-ikutan dalam urusan Polri” ungkap Neta S. Pane.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, lewat wawancara dengan KATAKAMI.COM di Jakarta (22/9/2010), Mayjen TNI (Purn) TB Hassanudin yang merupakan Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan mengecam aksi penerobosan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror ke Bandara Polonia Medan beberapa hari lalu.

“Jangankan antar instansi, di tingkat RT / RW saja harus ada koordinasi. Apalagi antar instansi dalam pemerintahan, yang benar saja dong ! Jenderal bego namanya kalau benar ada perwira tinggi Polri ikut dalam operasi Densus menerobos Bandara Polonia dan sengaja menghardik Prajurit TNI AU yang sedang bertugas. Jenderal apa itu namanya kalau seenaknya saja terhadap instansi lain ? Itu namanya Jenderal Bego, tulis ya … itu namanya Jenderal Bego. Bodoh ! Berkoordinasi kok tidak mau ! Bagaimana kalau misalnya terjadi bentrokan antar petugas hanya karena tidak ada koordinasi ? Jangan seenaknya dong” kata TB Hassanudin.

TB Hassanudin juga meminta agar Polri memperbaiki koordinasi dengan TNI dalam urusan tugas di lapangan.

Seperti yang diberitakan DETIK.COM, Komisi III DPR menyayangkan insiden yang terjadi antara Densus 88 Antiteror Mabes Polri dengan TNI Angkatan Udara di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Seharusnya Densus bisa menghormati institusi lain ketika melakukan operasi.

“Harusnya bisa menghormati institusi lain agar terjalin kerjasama yang baik. Lagi pula misinya kan sama. Kita tidak ingin terjadi insiden-insiden yang mensinyalir konflik antar institusi,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy, Selasa ( 21/9/2010).

Kapolri, menurut Tjatur, harus bisa segera memberikan penjelasan yang transparan mengenai kejadian ini. “Kapolri harus menjelaskan secara rinci dan menegakkan kode etik serta protap yang ada di dalam melakukan operasi,” katanya.

Ia menambahkan, Komisi III DPR siap turun ke lapangan untuk melakukan investigasi bila mendapatkan informasi yang menggambarkan tindakan satuan kepolisian yang tidak sesuai prosedur.

“Komisi III siap turun ke lapangan kalau ada operasi di lapangan yang tidak sesuai prosedur. Sebab kita ingin ada harmonisasi dalam satu institusi,” tuturnya.

Jadi, sekali lagi, kepada Komjen. Gories Mere, jauh lebih baik kalau anda mengundurkan diri saja dari jabatan anda sebagai Kalakhar BNN.

Atau, Presiden SBY segera mengeluarkan keputusan untuk mencopot perwira tinggi Flores ini dari jabatannya sebagai Kalakhar BNN dan memberikan tugas baru sebagai STAF AHLI KAPOLRI bidang penanganan terorisme.

Jauh lebih baik, Gories Mere diberi kepercayaan sebagai Staf Ahli Kapolri bidang Anti Teror ( jika memang Gories Mere tetap mau diberi wewenang penuh untuk mengendalikan semua operasi Densus 88).

Apalagi struktur organisasi Polri yang baru, memang menempatkan Densus 88 berada langsung di bawah KAPOLRI.

Ya sudah, tempatkan saja Gories Mere sebagai Staf Ahli Kapolri bidang Anti Teror.

Dan biarkan sampai pensiun, Gories Mere menghabiskan masa tugasnya sebagai polisi sebagai Staf Ahli.

Negara ini punya aturan main yang baku dan berlaku. Tidak bisa seenaknya menepuk dada bahwa seolah-olah hanya satu orang saja yang sangat pantas untuk menangani masalah terorisme.

Kasihan Indonesia, kalau terus menerus dipaksa untuk menyaksikan aksi brutal Densus 88 dibawah kendali Komjen Gories Mere.

Betapa malangnya, siapapun yang terkena penyakit POST POWER SYNDROME …

Mudah-mudahan (siapapun itu) yang merasa sangat frustasi karena ternyata gagal total melaju dan mencuat merebut peluang menjadi calon Kapolri, tak melampiaskan kefrustasiannya lewat aksi tontonan dar der dor yang menguatkan dugaan tentang POST POWER SUNDROME tadi …

O la la, kasian deh lo !

Daripada kesana kemari dan luntang lantung mengabaikan tugas utama di BNN, sebaiknya Gories Mere segera menggelar operasi terpadu untuk menangkap Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS yang sudah 3 kali berturut-turut diloloskan dari jerat hukum.

Gories, Gories, alangkah jauh lebih baik kalau anda memimpin penangkapan atas diri Bandar Narkoba MONAS, si pemilik 1 juta pil ekstasi yang sejak bulan November tahun 2007 sampai detik ini tak pernah bisa dijamah oleh HUKUM yang berlaku di Indonesia.

Pakai otak anda Gories !

Bahwa sebagai Kalakhar BNN, anda diwajibkan oleh negara memberantas narkoba dan mafia-mafia yang ada di belakang mata rantai barang haram (jadah).

Untuk apa anda memimpin atau ikut dalam operasi terorisme ?

Tahu diri dong, Boss… Tangkap itu Bandar Narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS, mengerti ?

[Mega Simarmata]

Copot dan Periksa Komjen Gories Mere !

31 Tanggapan to “Gories Mere Dikecam”

  1. Saya do’akan semoga para pembantai manusia tak berdosa akhir hidupnya seperti Ariel Sharon.

    “Mayat Hidup” Ariel Sharon

    Sharon, sekarang berusia 82 tahun, telah terbaring pingsan/koma sejak Januari tahun 2006, pertama kali dirinya dirawat di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem di Yerusalem dan kemudian di Chaim Sheba Medical Center di Tel Hashomer.
    Dilaporkan pada waktu lalu Chaim Sheba Medical Center telah meminta keluarganya untuk membawa pulang Sharon, disertai dengan seorang perawat, karena “tidak ada tempat untuk memberinya pelayanan medis khusus di rumah sakit.” Namun, menurut laporan hari Rabu ini, kedua putra Gilad dan Omri yang meminta ia dibawa pulang.
    “Sebuah dialog dengan keluarga dan staf medis sedang berlangsung terus menerus untuk melihat apakah mungkin untuk melanjutkan perawatan Sharon dalam lingkungan yang bukan rumah sakit,” kata Chaim Sheba Medical Center di bulan Februari 2009 lalu.
    Kondisi Ariel Sharon sang pembantai umat Islam Palestina saat ini, ibarat “mayat hidup”, dirinya masih bernafas tapi kondisinya koma dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin ini bagian dari azab Allah yang diturunkan kepada Sharon, yang selama hidupnya selalu menyengsarakan umat Islam Palestina.(fq/ynet)

  2. adam. said

    Sukses buat Densus 88!!

  3. Anonymous said

    Tolong dong komen lg soal penembakan anggota polisi oleh teroris…

  4. YANG UDAH BERUSIA TUA BERARTI DEKAT DENGAN BAU TANAH !

    TAU GAK ARTINYA BAU TANAH ?
    BAU TANAH ADALAH DEKAT DENGAN PANGGILAN TUHAN.
    COBA SEBUT USIA ANDA SEKARANG, 50 …. 60 TAHUN ?

    JIKA USIA RATA-RATA ORANG INDONESIA JAMAN SEKARANG BERKISAR 60 SAMPAI 70, MAKA BERAPA SISA WAKTU HIDUP ANDA ?

    70 – 50 = 20 TAHUN
    65 – 50 = 15 TAHUN
    60 – 50 = 10 TAHUN
    55 – 50 = 5 TAHUN

    JIKA SEJAK DEWASA HINGGA USIA SEKARANG ANDA LEBIH BANYAK BERBUAT DOSA DARIPADA BERBUAT KEBAIKAN YANG MENABUNG AMAL BAIK, MAKA APA YANG AKAN ANDA PERBUAT DI SISA (JATAH) USIA ANDA DI ATAS ?

    CUKUPKAH UNTUK MENEBUS PERBUATAN DOSA ANDA YANG ANDA LAKUKAN SEJAK DEWASA, YAKNI USIA 20 TAHUNAN HINGGA SEKARANG ?

    CUKUPKAH 30 TAHUN BERBUAT DOSA DITEBUS SISA USIA 5 SAMPAI 15 TAHUN ?

    RUGIKAH ANDA JIKA SISA USIA ANDA SAAT INI DIISI LAGI DENGAN PERBUATAN DOSA, MISALNYA : SOMBONG, TAMAK, DUSTA, BEJAD, FOYA-2, MALING, BRUTAL, SYIRIK HINGGA KEJAM ?

    SEMUA PERBUATAN DI ATAS PASTI AKAN MENDAPAT BALASAN YANG SETIMPAL DARI YANG MAHA KUASA KECUALI JIKA ANDA SEGERA BERTOBAT SEBELUM TERLAMBAT, SEBELUM MENCIUM BAU TANAH !

    INGATLAH ! KETIKA MALAIKAT MAUT SUDAH DATANG MENGHAMPIRI ANDA UNTUK MENCABUT NYAWA ANDA, MAKA PENYESALAN TIADA GUNA LAGI DAN ANDA TERMASUK DALAM ORANG-ORANG YANG RUGI BESAR KARENA AKAN BERHADAPAN DENGAN SIKSA KUBUR DAN AZAB TERAMAT PEDIH DI AKHERAT BERSAMA PARA IBLIS YANG SAAT INI SELALU MENGAJAK MANUSIA BERBUAT DOSA.

    MAKA DARI ITU SEKALI LAGI, JANGANLAH BODOH JADI MANUSIA YANG BERAKAL,

    BERTOBATLAH DAN BERIMANLAH KEPADA ALLAH SWT !

    KHUSUS BAGI YANG UDAH PADA BAU TANAH DI ATAS.
    JAUHILAH SEMUA SIFAT DAN PERBUATAN DOSA DI ATAS JIKA INGIN SELAMAT DAN BUKAN MALAH MENJADI-JADI APALAGI YANG SEDANG DIPERCAYA RAKYAT UNTUK MENGEMBAN TUGAS DAN JABATAN.

    INGATLAH JABATAN ADALAH KEPERCAYAAN RAKYAT DAN AMANAH (TITIPAN) TUHAN.
    JANGAN DISALAHGUNAKAN APALAGI DIMANFAATKAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI ATAU GOLONGAN SENDIRI. SADARLAH BAHWA DIRI ANDA CUMA MANUSIA BIASA YANG BISA SAKIT, JATUH DAN AKHIRNYA JIKA TIBA WAKTUNYA AKAN MENCIUM JUGA BAU TANAH DI KUBURAN.
    TIDAK PERDULI APAPUN PANGKAT, JABATAN , STATUS, DERAJAT DAN KEKAYAAN ANDA SAAT INI. SEMUANYA TIDAK AKAN PERNAH BISA ANDA BAWA KE HADAPAN TUHAN. SEMUANYA AKAN ANDA TINGGALKAN BEGITU SAJA. YANG ANDA BAWA CUMA SEHELAI KAIN DAN AMAL PERBUATAN ANDA SELAMA HIDUP DI DUNIA. JIKA AMAL PERBUATAN ANDA LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN DOSA, MAKA PERTANGGUNGJAWABAN ANDA INSYA ALALH TIDAK TERLALU BERAT. NAMUN SEBALIKNYA AKAN SANGAT BERAT DAN NASIB ANDA DITENTUKAN DI PENGADILAN ALLAH SWT YANG TIDAK BISA DIPERMAINKAN LAGI SEPERTI DI DUNIA.

    SADARLAH !!!!!

    INGATLAH SELALU BAHWA SETIAP SAAT AJAL BISA MENJEMPUT ANDA, APALAGI YANG SUDAH PADA BAU TANAH, JANGAN BERTINGKAH MACAM-MACAM JIKA TIDAK INGIN MENYESAL DI KEMUDIAN HARI.

    BAGI YANG MUDA, MULAILAH DIBIASAKAN BERBUAT BAIK DA MENJAUHI DOSA ATAU MELAWAN GODAAN IBLIS SEJAK SEKARANG. MUMPUNG MASIH MUDA DAN BANYAK WAKTU.

  5. Wah gawat! kalo Goris Mere menangani teroris, takutnya nih….. kesempatan banget dia menghabisi orang Islam dengan dalih teroris. Apalagi orangnya sradak sruduk gitu. Jangan dong!!!!

  6. DUA KATA KUNCI “PENANGANAN MASALAH TERORISME DALAM NEGERI” INDONESIA
    AGAR :
    1. SESUAI DENGAN AMANAH PEMBUKAAN UUD 1945
    2. KEDAULATAN BANGSA INDONESIA TETAP TERJAGA
    3. HAK AZAZI MANUSIA YANG TERSIRAT DALAM PANCASILA BISA DITEGAKKAN
    4. PERSATUAN NASIONAL TETAP DAPAT DIPELIHARA.

    PENANGANAN TERORISME HARUS MEMPUNYAI KONSEP YANG JELAS DAN TUJUAN YANG SESUAI DENGAN PANCASILA DAN AMANAH PEMBUKAAN UUD 1945

    Alasan :
    1. Tidak berpikiran sempit seperti : membela kepentingan pihak tertentu saja.
    2. Tidak bertindak di luar batas yang bisa melanggar HAM.
    3. Tidak melanggar amanah rakyat.

    PEMBIAYAANNYA UNTUK PENANGANAN TERORISME DALAM NEGERI TIDAK MELIBATKAN UNSUR ASING APAPUN BENTUKNYA (MANDIRI)

    Alasan :
    1. Mengganggu prinsip kedaulatan bangsa.
    2. Menghambat profesionalitas tugas
    3. Rawan campurtangan pihak yang tidak bertanggungjawab.

    PENANGANAN TERORISME DALAM NEGERI DILAKUKAN OLEH SDM YANG PROFESIONAL DAN MEMPUNYAI INTEGRITAS KEBANGSAAN YANG TINGGI

    Alasan :
    1. Agar penanganan teroris tepat sasaran.
    2. Sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
    3. Mencegak upaya penyelewengan tugas/misi untuk kepentingan pihak lain.

    Kalau kedua hal ini dipegang teguh oleh para pengemban 2o0 juta amanah rakyat
    Insya Allah terorisme tidak ada di Indonesia, jika pun ada maka penangannanya tidak akan sampai membuang-buang energi bangsa secara percuma, karena kebijakkan terorisme :
    1. TIDAK AKAN BISA DIDIKTE OLEH PIHAK LAIN YANG TIDAK BERKEPENTINGAN
    2. AKAN LEBIH MENGINDAHKAN HAK AZAZI MANUSIA.
    3. JAUH DARI UPAYA PENYIMPANGAN/PEMBELOKKAN MISI YANG SEHARUSNYA DIEMBAN
    4. TEPAT SASARAN, YAKNI MENCIPTAKAN KETERTIBAN NASIONAL DAN BUKAN SEBALIKNYA.

  7. Terlepas dari benar atau tidaknya secara hukum yang berlaku, karena yang “disangka” teroris kebanyakan adalah warga negara ber-KTP muslim, maka sebagai RAKYAT PEMEGANG KEDAULATAN NEGARA dan SEKALIGUS PEMBAYAR PAJAK mengusulkan agar pasukan pemburu teroris sebaiknya dipimpin oleh orang yang seiman, syukur-2 profesionalisme di bidangnya dan mengerti aturan hukum yang berlaku di Indonesia agar dalam proses penanganannya tidak menimbulkan salah paham, apalagi sampai melukai hati mayoritas penduduk Indonesia.

    Kita memang menginginkan hidup aman, tentram dan damai, tapi sebaiknya jangan lupa bahwa :

    1. Sebagian besar rakyat Indonesia sudah lebih cerdas dan sadar hukum.
    2. Pancasila dan UUD 1945 menjunjung tinggi hak azazi manusia.
    3. Setiap manusia berkedudukan sama di dalam Hukum dan Pemerintahan.
    4. Yang berhak menentukan benar salahnya seseorang adalah pengadilan formal.
    5. Sebagai negara berdaulat asing tidak boleh ikut campur urusan dalam negeri.
    6. Aparatur digaji dari uang rakyat jadi harus mengayomi rakyat.
    7. Demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
    8. Aparatur negara adalah alat negara dan bukan alat penguasa apalagi asing.
    9. Penanganan terorisme harus dipertanggungjawabkan pada rakyat dlm sidang MPR.

  8. Santoso said

    Sangat masuk akal kalau ada analisa bahwa kondisi di Sumut memang di ciptakan untuk menjatuhkan Irjen Oegroseno dalam persaingan menjadi kapolri.karena ada seorang Bos Mafia besar yang selama ini mengendalikan Polri takut kalau Oegroseno menjadi kapolri karena tidak isa diatur.dan kabarnya Gorries bersama pimpinan belum lama ini ke Medan memakai pesawat Bos Hitam itu?

  9. Rakyat yang muak said

    Sangat masuk akal kalau ada analisa bahwa kondisi di Sumut memang di ciptakan untuk menjatuhkan Irjen Oegroseno dalam persaingan menjadi kapolri.karena ada seorang Bos Mafia besar yang selama ini mengendalikan Polri takut kalau Oegroseno menjadi kapolri karena tidak isa diatur.dan kabarnya Gorries bersama pimpinan belum lama ini ke Medan memakai pesawat Bos Hitam itu?

  10. Masyarakat Indonesia said

    Siapa yang tidak tahu ybs adalah kaki tangan nya Mafia Besar itu.Bpk Presiden tolong mengambil tindakan dengan menjadikan kapolri yang bersih sehingga tidak terjadi lagi praktek2 Mafia Hukum di seluruh wilayah di Indonesia yang dilakukan oleh kaki tangan nya Mafia Besar tersebut.banyak kasus Perampasan tanah,bisnis dsb nya terjadi.

  11. mahmud said

    tulisan di atas sangat menggambarkan dengan jelas ciri penulisnya yakni emosional dan tidak berpegang pada kaidah pers….mendiskreditkan pihak tertentu dan tak mau mengakui prestasi orang lain….kalaupun menyalahi aturan saya pikir tak ada institusi di Indonesia yang lebih tegas dari Polri dan TNI, sehingga pimpinannya pasti bisa melihat dengan jeli kesalahan bawahannya. Dan logikanya, jika oknum Polisi bertindak hanya ada 2 kemungkinan: menyalahi aturan atau atas perintah pimpinan…..nah???kalau tidak ada teguran artinya jelas, bahwa tindakannya adalah instruksi dari atas…..

  12. Joko said

    Bung Bea=sarnyi juga kopeg, ngak berani sama si amrik, mecat nih orang aja ngak bisa, patut dipertanyakan jenderalnya

  13. jik said

    boss…….hati2 kalau menulis………..
    kata2mu menyakitkan sekali………….
    jangan lihat sisi negatifnya, lihatlah sisi positif dari apa yang dia jalankan…………
    mulutmu aja gak prosedural…….mau obok2 orang lain………….

  14. ronald said

    hidup bpk goris mere…………..lanjutkan perjuangan ktong orng indonesia timur samua sangat dukung bpk

  15. Ijin copas ya mas. Saya sedang mencari alasan .

  16. Kenapa Gories Mere juga dikirimi bom buku seperti halnya Ulil Abshar Abdala. Sepertinya akan ada yang dikambinghitamkan lagi ni….

  17. kool said

    kita sudah di adu domba sama pembuat berita ini ! bikin berita kok se enak udel ! tidak ada sisi positifnya !
    dan untuk kalian ,, jangan bawa ” agama ! jangan kayak anak kecil lah ,,

  18. semut rangrang said

    @ibn abd muis

    antara lain mengapa gorries dikirimi bom
    > ada yang ingin mencari simpati
    > ingin membangkitkan kembali orang yang berpaham sepilis
    > ingin mengalihkan perhatian dengan pembubaran ahmadiyah
    > ingin orang yang berpaham sepilis mendapat kucuran dana
    > ingin membuat citra Islam jelek

    @ kool
    kool berkata
    16/03/2011 pada 23:29

    kita sudah di adu domba sama pembuat berita ini ! bikin berita kok se enak udel ! tidak ada sisi positifnya !
    dan untuk kalian ,, jangan bawa ” agama ! jangan kayak anak kecil lah ,,

    +++++++++++

    anak kecil aja bisa berpegang teguh pada agama, mengapa anda yang sudah dewasa tidak bisa?
    kalah sama anak kecil

  19. Anak kecil said

    Hidup anak kecil !

  20. pura2 nyimak said

    mungkin yg ngirim bom ke goris fans nya kangen band

  21. EgP said

    Gories mere akan mengatakan : EGP…

  22. MAFIA HITAM :D said

    Klo si Gories dibuang saya harus bayar berapa sih…??
    *sok_kaya*

  23. FROND said

    PANCASILA. SATU. KETUHANAN YANG MAHA ESA.

    1. YANG BERTUHAN TIGA JANGAN DIANGKAT MENJADI PERANGKAT NEGARA DAN TIDAK LAYAK MEMEGANG SENJATA.

    2. YANG BERTUHAN TIGA SYUKURILAH MASIH BISA HIDUP DI TANAH AIR INDONESIA. ANAK CUCU PAHLAWAN SUDAH MISKIN TAK BERDAYA MENELAN FITNAH DAN PELURUMU

    3. A.N.L BRITISH MASONIC SUDAH MENGIRIM SINYAL PADA KIDDON-MOSSAD UNTUK MEMBASMI PARA MAFIA KATOLIK RADIKAL ALA NAZI INI.

  24. jaka said

    tindakan goris mere akan menimbulkan perpecahan bangsa . as tidak akan membiarkan indonesia damai sampai mereka menguasai harta kekayaan ini . TRIK ADU DOMBA AS LEWAT GORIS MERE

  25. SHARING said

    Jagalah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

  26. Nampaknya sipewarta hanya mengandalkan modal bobroknya, dimana netralitasmu, kok se-enaknya kecam orang habis-habisan, tanpa memperttimbangkan keseimbangan berita. Ada apa dibalik itu? Tolong discreening keberadaan si pewarta itu. Dengan kejadian itu, dewan pers harus menertibkan media online dan diberi sanksi tegas, ada apa dengan pak Gories Mere hingga sampai dipublish seperti itu. Ingat di atas langit masih ada lapisan langit yang lain. Anda harus ingat, berbagai prestasi yang diukir jenderal bintang tiga asal NTT itu, sepak terjangnya diakui dunia internasional. Pewartanya perlu dibekali dengan dunia jurnis dan kode etik. “Belajar dng UU Nomor 40 tahun 1999, terkait dengan rambu atau kode etik jurnalistik. Seenaknya saja publish berita yang tidak layak dikonsumsi.Kalau tidak mempunyai kemampuan menulis, mending jadi tukang ojek atau buruh pelabuhan saja. Dewan Pers, tolong mempemhatikan hal itu, karena sudah melanggar pada rambu dan aturan main yang ada pada dunia jurnalis.

  27. Marilah kita kedepankan kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Bangsa ini sedang sakit-sakitan, bahkan cenderung parah. JIka tidak ditolong dari sekarang dikhawatirkan akan ambrug sama sekali. Bukan itu cita-cita kita semua sebagai bangsa yang beradab bukan ? Beradab berarti selau berperilaku sesuai dengan ketentuan dan norma-2 yang berlaku di Indonesia. Norma-2 yang berlaku di Republik ini termasuk pula norma-2 hukum dan agama yang berlaku secara resmi di Indonesia. Jika semua norma-2 itu disiplin kita patuhi bersama, pasti kehidupan yang tenteram dan damai, yang penuh dengan toleransi yang dibenarkan akan terwujud. Jika hal ini terwujud, maka bangsa Indonesia sebagai bangsa ‘besar’ yang merdeka dan berdaulat penuh diantara hampir 2000 negara di dunia akan bisa mencapai cita-citanya, yaknui menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan bersemboyankan Bhineka Tungal Ika (meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu), yakni NKRI tercinta.

    Tercapainya cita-cita besar dan mulia itu tentu saja membutuhkan suasana yang kondusif (mendukung) sebagai bangsa dan negara. Diantaranya :
    1. Perdamaian dunia.
    2. Kerukunan hidup beragama.
    3. Stabilitas politik.
    4. Stabilitas ekonomi.
    5. Kesiapan Sumber-2 Daya yang ada.
    6. Kejelasan tujuan bernegara.
    7. Nasionalisme yang tinggi.
    8. Manajemen kenegaraan yang solid.
    9. Kepercayaan yang tinggi dari rakyat sebagai pemberi amanah atau mandat.

    Terganggunya salah satu dari 9 hal di atas, maka akan menjadi hambatan bagi penyelenggara negara dalam melaksanakan mandat yang dipercayakan rakyat untuk menakhodai pencapaian cita-cita bangsa yang telah diukir bersama.

    Jadi marilah kita semua intropeksi diri, mawas diri, sama-sama merapatkan barisan, menyingsingkan lengan, meningkatkan kedisplinan, kecerdasan, keterampilan, kemampuan dan kekompakkan (persatuan) sebagai bangsa yang ingin maju serta meninggalkan semua ketertinggalannya dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. JIka bangsa ini maju, maka kita semua jugalah yang akan memanen dan merasakan hasilnya, yakni kenikmatan menjadi bangsa yang maju di tengah-2 kemajuan peradaban dan pergaulan dunia. Kelolalah perbedaan-2 yang ada menjadi keunikan dan salah satu modal untuk maju dan bukan sebaliknya. Ciptakanlah kebersamaan sebagai bangsa yang bercita-cita luhur sama, yang berakar dari nenek moyang yang sama, yakni bangsa Melayu yang berbudaya timur yang patut dibanggakan, karena ternyata sebagian hasil penelitian ilmiah mengatakan bahwa sesungguhnya nenek moyang bangsa yang menempati wilayah Nusantara ini adalah nenek moyang dari seluruh penduduk yang menyebar ke segenap penjuru dunia dan menjadi penduduk bangsa-bangsa yang kini menempati hampir 200 negara di dunia. Sehingga tidak salah jika ada sejumlah ahli dan ilmuwan yang mengatakan bahwa Indonesia adalah pewaris utama peradaban nenek moyang manusia di bumi yang termaju, yakni Atlantis, bahkan disinyalir juga sebagai menjadi surga eden tempat turunnya manusia pertama dan orang tua seluruh manusia, yakni Nabi Adam dan isterinya Siti Hawa. Mudah-mudahan.

    Amin.

  28. bagi orang2 yg menyerang pak gories mere,tolong buktikan keterlibatan beliau dalam narkoba dll,,klo memang bersalah kok dari dulu gak dipecat atau dihukum.ingat gories mere adalah salah satu perwira terbaik yang dimiliki polri,ran keberhasilan dalam pembasmian terorisme diindonesia,,,,,,BRAVO GORIES MERE

  29. lukas said

    Goris ooooooh Goris, dari Pama sampai lu Pati kok selalu cari sensasi, lu lama lama disa dikondisikan oleh TNI AU, betul kata Jenderal TB Hasanudin, jangann mentang mentang dong usia lu berapa lama lagi, suatu saat pasti lu pensiun, geram gua lihat tindakan lu tidak menghargai TNI AU, ya gua doain aja agar kasus kasus lu tidak muncul dipermukaan, ingat TNI punya intelijen yang punya data lengkap tentang lu, jangan arogan ya BOS

  30. laura donna said

    Hidupppppppp om gorissss !!! Jangan lupaa apa yg telah beliau lakukan selama dan semasa nya aktif selama ini !!! Kenapa cuma melihat kekurangannya saja ?? Sangat tidak bijak bukan ???

  31. Anonymous said

    Pak goris tu orang baik. Tp knp bnyk org yang benci sama dia. Kasihan ya dy sdh tugas dg baik ats nama undang-undang bkn atas priibadinya. Kl mw protes trhdp undang-undang.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.074 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: