KabarNet.in

Aktual Tajam

Susno: Gayus dan Andi Kosasih Itu Kecil

Posted by KabarNet pada 04/04/2010

…Ada orang-orang di sektor pajak yang jauh punya otoritas dan punya potensi penyimpangan yang lebih besar, antara lain Ditjen Pajak dan Menteri Keuangan…

Markus pajak Rp 28 miliar dimana Gayus Tambunan dan Andi Kosasih sebagai aktornya termasuk kecil bagaikan fenomena gunung es. Pasalnya, masih ada aktor utama yang terus berkeliaran dan sekarang belum tersentuh Satgas Mafia Hukum.

“Aktor utama itulah yang menghubungkan Mabes Polri, Kejagung dan PN Tangerang. Merekalah yang selama ini menjadi markus. Bahkan sebenarnya di Ditjen Pajak terdapat ratusan manusia semacam Gayus”.

Hal itu dikatakan mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen (Pol) Susno Duadji pada diskusi yang diselenggarakan Forum Komunikasi Sosial dan Kemasyarakatan (FKSK) di Gedung YTKI, Jalan Jenderal Subroto, Jakarta. Diskusi juga menghadirkan Dr Rudy Satryo Mukantardjo (Ahli Hukum Pidana UI) dan KH M Al Khaththath (Sekjen Forum Umat Islam), dengan host HM Luthfie Hakim.

Menyinggung mengenai penangkapan Gayus di Singapura, Susno menilai berbeda sekali ketika pertemuan dirinya dengan Anggoro di Singapura tahun lalu. Sebab Anggoro sudah kabur ke Singapura dan hanya mau bertemu dengan Kabareskrim. Akhirnya dirinya ditugasi Kapolri BHD untuk menemui Anggoro di Singapura. Sementara kaburnya Gayus ke Singapura memang ada yang minta kabur agar tidak bisa membuka kasus markus pajak. Selain itu penyerahan diri Gayus memang sudah diatur dan direncanakan sebelumnya.

Susno juga menyesalkan masih berlakunya kode etik di Polri yang melarang anggotanya melaporkan kejahatan yang terjadi di tubuh Polri. Jika itu dilakukan berarti telah melanggar kode etik Polri. Seperti dirinya yang dikenakan status terdakwa karena melaporkan adanya markus pajak di tubuh Polri, sehingga dianggap melanggar kode etik.

Sementara itu Rudy Satryo menyayangkan adanya peraturan kode etik Polri yang melarang anggotanya melaporkan kejahatan di tubuh korps baju cokelat tersebut. Hal itu berarti haram hukumnya membuka borok di tubuh Polri. Maka tidaklah mengherankan jika Susno yang melaporkan justru dikenakan status terdakwa dan pencemaran nama baik, sementara dua jenderal yang dituding Susno telah melakukan markus pajak justru belum diperiksa apalagi ditetapkan statusnya. Seharusnya yang diperiksa terlebih dahulu kedua jenderal, seorang Kombes, seorang AKBP dan seorang Kompol, baru kemudian Susno diperiksa. Sekarang baru Kompol yang telah diperiksa Propam Mabes Polri.

Sedangkan KH M Al Khaththath menegaskan, sebenarnya dalam kasus ini menunjukkan Susno telah mewakili rasa keadilan masyarakat yang selama ini telah didholimi Polri. Sudah waktunya rasa keadilan dikembalikan ke masyarakat. Sehingga umat Islam tidak lagi menjadi tukang doa, tetapi berubah menjadi tukang dobrak terhadap kondisi yang dholim seperti ini.

“Polisi seperti Susno harus diperbanyak jumlahnya, sementara masyarakat harus terus menekan agar Kapolri turun dan Susno naik menggantikannya menjadi Kapolri,” tegas M Al Khaththath.

Mengarah Keterlibatan Ditjend Pajak dan Menteri Keuangan?

Di sisi lain, jenderal polisi bintang tiga ini juga terkejut dengan jumlah tabungan Gayus dalam rekening yang jumlahnya mencapai 28 milyar rupiah. Karena menurut Susno, umumnya orang menabung itu sekitar 10 persen dari harta yang dia miliki. Jadi, bayangkan berapa harta Gayus yang sebenarnya. Dan berapa harta orang-orang yang jauh lebih besar dan berkuasa dari Gayus.

Menurut jenderal yang saat ini berstatus tersangka ini, Gayus hanya orang lapangan yang tidak mempunyai kewenangan dalam kebijakan besar soal pajak. Ada pejabat-pejabat lain yang jauh lebih berwenang dari itu dan mempunyai potensi penyimpangan yang jauh lebih besar.

“Ada orang-orang di sektor pajak yang jauh punya otoritas dan punya potensi penyimpangan yang lebih besar, antara lain Ditjen Pajak dan Menteri Keuangan,” tegas Susno.

Susno Duadji juga menjelaskan bahwa kasus mafia pajak tidak berdiri sendiri di sektor pajak dan keuangan saja. Tapi juga melibatkan instansi lain, terutama instansi hukum seperti kejaksaan, hakim, dan kepolisian. Dan lagi-lagi menurut Susno, yang dikorbankan hanya setingkat kompol di kepolisian. Sementara, jenderal-jenderal yang terlibat dan itu tentunya nilainya lebih besar, tidak tersentuh hukum.

Seperti diketahui publik, Komjend Pol Susno Duadji sempat menyinggung nama dua jenderal yang ikut terlibat dalam kasus pajak Gayus Tambunan. Tapi, justru dia sendiri yang akhirnya dipanggil Propam karena kasus pencemaran nama baik.

Dalam kode etik di kepolisian, ada pasal yang melarang anggota Polri untuk membuka keburukan internal kepolisian. Hal itulah yang diyakini Susno sebagai sebuah kekeliruan aturan.

Karena telah membuka ’aib’ internal itulah, menurut jenderal yang sudah siap masuk penjara ini, setidaknya ada lima tim yang dibentuk Kapolri untuk menyelidiki dirinya.

”Bayangkan, hanya delik pencemaran nama baik, tapi rumah saya digeledah. Padahal KUHP menyatakan bahwa pelapor berhak mendapat perlindungan. Yah, mungkin inilah perlindungan yang diberikan Kapolri kepada saya,” ucap Susno sambil senyum ringan.
Susno juga mengklarifikasi keterlibatannya dalam kasus kriminalisasi KPK. Menurutnya, dia tidak dilibatkan sama sekali dalam kasus itu. Dan nama Truno 3 yang disebut Anggodo adalah direktur 3 di Mabes Polri. Dan itu bukan dirinya yang biasa disebut Truno 5.

Ketika itu, Komisi hukum di DPR memanggil Kapolri dan jajarannya untuk menyampaikan klarifikasi dalam kasus itu. Dan saat itu, ia tidak diajak. Tapi, ia tetap datang karena memang dapat undangan terpisah dari komisi tersebut. Karena itulah, ia satu-satunya petinggi Polri yang datang tidak berseragam.

Waktu itu, menurut Susno, Kapolri telah menyatakan kebohongan publik tentang dirinya. Yaitu, pernyataan bahwa Susno Duadji telah menyatakan surat pengunduran diri. ”Padahal, ketik suratnya saja saya tidak pernah,” ucap Susno yang akhir-akhir ini kepergiannya selalu didampingi tim rescue Mer-C.

Ketika ditanya soal sepak terjangnya hanya sebagai pengalihan kasus Bank Century, jenderal polisi yang kerap berbatik ini menjelaskan bahwa dirinya hanya sebagai striker kalau diumpamakan sebagai permainan sepak bola. Sudah ada tiga tendangan yang dilakukan, tapi belum juga gol. Yaitu, kasus Bank Century yang ia sebut sebagai bukan testimony Susno. Kedua, kesaksiannya dalam persidangan kasus Antasari yang juga tidak gol. Dan kasus mafia pajak.
“Mudah-mudahan, kaki saya tidak keburu pincang,” ucapnya sambil diselingi humor.

3 Tanggapan to “Susno: Gayus dan Andi Kosasih Itu Kecil”

  1. taUbat said

    Susno: Gayus dan Andi Kosasih Itu Kecil

    Pendapat masyarakatpun sudah sama dengan Bpk Susno, tapi yang besar itu bisa didapat atau tidak tergantung dari Tim2.

    Jika Tim2 itu memihak pada rakyat atau jika Tim2 itu punya kepentingan hasilnya kita tunggu ?

  2. nah sekarang susno kesel sama pak bambang………………. gimana nih..

    tapi anehnya kok pak susno baru bilang sekarang bahwa ada ratusan orang kayak gayus di ditjen pajak.. pasti pak susno mengetahui sesuatu tapi belum berani bilang dan terbuka kepada media karena takut dituntut balik..

    duuhh.. kelar donkkkk masalahnya…

  3. joshua said

    cocoknya susno jadi presiden

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.114 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: