KabarNet.in

Aktual Tajam

Ada Jenderal Bintang Tiga Polri Terlibat?

Posted by KabarNet pada 04/04/2010

Jakarta – Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengindikasikan tidak hanya jenderal bintang satu yang terlibat kasus Gayus Tambunan. Ada yang lebih tinggi, yakni jenderal bintang tiga yang terkait. “Ada indikasi perwira di atas bintang satu. Untuk itu pemeriksaan kalau perlu sampai bintang tiga,” kata Bambang, Sabtu (3/4/2010). Bambang enggan menyebutkan siapa nama jenderal bintang tiga itu. Apakah sang jenderal masih aktif atau tidak. Pastinya, pengusutan harus dilakukan menyeluruh agar citra Polri pulih. “Gayus sudah bernyanyi, modus operandi sudah diungkap soal aliran dana, Kapolri jangan menutup-nutupi fakta yang ada,” terangnya.

Dia menjelaskan tindakan tegas pada perwira yang terlibat diperlukan agar memberikan efek jera. “Kalau memang benar ada indikasi kuat mengarah kepada bintang tiga, jangan ditutupi lagi,” jelasnya.

Kasus Gayus merupakan pintu masuk dan pembenahan ke dalam Polri, sehingga reformasi yang dilakukan Polri akan lebih maksimal. “Semuanya harus dibuka agar terang benderang,” tutupnya.

Sebelumnya, Mabes Polri telah mencopot Brigjen Pol Edmond Ilyas dari jabatan Kapolda Lampung terkait kasus Gayus. Edmon yang pernah menjabat Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri saat ini berstatus terperiksa.

Dua perwira Mabes Polri juga sudah dibebastugaskan dari Bareskrim Mabes Polri. Mereka adalah Kombes Pol Pambudi dan Kombes Pol Eko Budi. Mabes Polri juga sudah menetapkan tersangka, yakni Kompol Arafat dan AKP S.

Agar Pemeriksaan Objektif Brigjen ‘RE’ Harus Dicopot
Pencopotan Brigjen Pol Edmon Ilyas dari jabatannya sebagai Kapolda Lampung oleh Kapolri patut diapresiasi. Agar pemeriksaan tim independen berlangsung objektif, polri sebaiknya juga menonaktifkan Brigjen Pol Raja Erizman. “Bila nonaktif maka tidak akan menganggu objektifitas proses tim independen,” kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho, Jumat (2/4/2010).

Menurut Emerson, Kapolri tidak perlu langsung mencopot Raja dari jabatannya jika memang belum ada dugaan kuat unsur pidana. Namun, penonaktifan semata-mata agar pihak terperiksa bisa leluasa menjalani proses. “Kalau tidak terbukti kan bisa direhabilitasi. Kalau terbukti ya jangan ragu-ragu dicopot,” jelasnya.

Emerson menilai, langkah Polri sejauh ini sudah baik. Namun, polri tetap harus mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jangan hanya perwira rendahan saja yang diusut. “Jangan ada saling melindungi dalam penanganan kasus ini,” paparnya.

Brigjen Pol Edmon Ilyas dan Brigjen Pol Raja Erizman sebelumnya dituding mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji terlibat dalam markus pajak Rp 28 milliar. Mabes Polri telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus markus pajak Rp 28 milliar yakni Gayus Tambunan, Andi Kosasih, pengacara Gayus, Haposan Hutagalung, penyidik Bareskrim berinisial Kompol A dan AKP S.

Kompol A dan AKP S diduga mengikuti pertemuan dengan tersangka lainnya untuk merekayasa kasus Gayus. Sementara, Jumat (2/4), 2 penyidik Bareskrim yaitu Kombes Pol Eko Budi dan Kombes Pol Pambudi dinonaktifkan, sedangkan Brigjen Pol Edmon Ilyas dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Lampung.
________________________

“Mestinya Kapolri Sudah Mundur!”

Rangkaian kasus penyalahgunaan wewenang oleh oknum petinggi Mabes Polri seharusnya cukup menjadi alasan bagi Jendral Pol. Bambang Hendarso Danuri mengundurkan diri sebagai Kapolri. Cukup alasan pula bagi Presiden SBY mencopot pembantunya itu.

Demikian tanggapan pengamat hukum tata negara Yudi Latief tentang keterlibatan oknum Polri dalam kasus Gayus Tambunan. Hal ini dia sampaikan di sela diskusi bertajuk “Tuntaskan Skandal Century” di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/4/2010).

“Terlalu banyak kasus dan itu tanggung jawab Kapolri, semestinya dia sudah mundur. Saya tidak paham mengapa Presiden SBY masih mempertahankan Kapolri yang berkali-kali melakukan kesalahan fatal,” ujar Yudi.

Menurutnya kesalahan fatal Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri yang mencolok adalah kriminilasi dua pimpinan KPK. Kemudian berlanjut dengan kasus testimoni Komjen Susno Duadji soal penyidikan kasus pajak Rp 28 miliar dan berlanjut menjadi konflik internal Mabes Polri hingga akhirnya Gayus Tambunan menyerahkan diri. “Kasus pajak itu sempat ditutup-tutupi, tapi tidak bisa dibendung dan akhirnya Kapolri mengambil sikap berbeda,” papar Yudi.

Maka dari itu, sudah seharusnya Presiden SBY tidak terus mempertahankan Bambang Hendarso Danuri. Yudi khawatir program reformasi birokrasi dan membentuk pemerintahan bersih akan gagal akibat Polri yang merupakan salah satu pilarnya justru dipimpin oleh figur dengan rekam jejak bermasalah. “Jadi posisinya Kapolri saat ini adalah antara mundur atau dicopot,” tandasnya. (Jakartapress)

Satu Tanggapan to “Ada Jenderal Bintang Tiga Polri Terlibat?”

  1. RAZALI said

    menurut saya orang seperti susno yang layak jadi Kapolri menegak kebenaran tanpa berpihak kepada yang salah dan tidak dipolitisir kasus yang ada demi rakyat. Ayo mari kita dukung

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.008 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: