KabarNet.in

Aktual Tajam

Benarkah ‘KOMPAS’ Kepanjangan ‘KOMANDO PASTUR’?

Posted by KabarNet pada 23/01/2010

Saya Dilarang Baca Kompas

Sekolah di sebuah SMA Khatolik, padahal saya beragama Islam, saya menjadi bulan-bulan orang sekampung, temen-temen yang anti baca dan katak dalam tempurung. Itu gara-gara ada ustad yang mohon maaf, dengan ngawur mengartikan KOMPAS, kepanjangan Komando Pastur! Saya dimarahi Bapak karena sering beli Kompas eceran, saya dicibir sodara yang aktif di Mesjid dan pengurus pemuda NU, karena di kamar bertumpuk koran-koran Kompas.

Belum juga bisa menyakinkan bahwa KOMPAS bukan singkatan Komanda Pastur, tapi emang nggak ada kepanjangan apa-apa. Kompas, ya, Kompas! Tiba-tiba aja, majalah HAI, juga diartikan kepanjangan Hancurkan Agama Islam! Edan! Kembali saya dipojokan, karena selain rajin beli koran Kompas eceran, juga beli eceran majalah remaja Hai. Karena saya suka serial Lupus, Balada Si Roy, sering ada bonus Poster, dan satu-satunya majalah cowok waktu itu!

Gila banget kalau ingat jaman kegelapan dulu! Untuk baca Kompas, harus dikucilkan karena ulah orang kurang kerjaan mengartikan kepanjangan nama! Memang saat itu juga sedang jadi tren Pemerintah Orba main singkat-singkatan! Nama kota pun harus belakangya ada singkatan! Seperti Cilacap Bercahaya, Purwokerto Satria! Itu menjadikan orang berpikiran kerdil kalau Kompas, kepanjangan dari Komando Pastur, Hai, Hancurkan Agama Islam! Padahal pada kenyataannya saat itu, koran Kompas Minggu, selalu menampilkan tulisan Mahbub Junaedi, yang notabene tokoh NU, jadi ngapain juga membeda-bedakan Agama hanya untuk membaca koran?

Entah persaingan bisnis Pers macam apa pula, hingga persoalan paling sensitif yaitu agama dibawa-bawa! Seoalah orang Islam nggak boleh baca koran Kompas, karena kalau baca Kompas berarti murtad! Remaja seperti saya waktu itu juga ditakut-takuti nggak boleh membaca Majalah Hai, karena nantinya bakal menghancurkan Agama Islam! Parahnya, beberapa tahun kemudian, Arswendo, Pemimpin Redaksi Hai, kesandung kasus Monitor, Kagum 5 Juta, yang menghebohkan karena dituduh melecehkan Agama Islam, dengan menempatkan Nabi Muhammad SAW di bawah Arswendo! Hampir semua saudara saya memandang saya, dengan pandangan seolah berkata; tuh benar kan?

Tapi, untunglah media yang kuat, pengelolaan managemen yang yahud, dan berita yang bermutu tak akan mampu menjatuhkan Kompas kendati dijelek-jelekin dengan singkatan dari bla bla bla! Walaupun beberapa media Kompas group bertumbangan, majalah Gramedia Group banyak yang tutup, itu karena masa-masa sulit dunia pers saat itu! Bukan karena isu Agama!

Dan sekarang pun, Orang Tua, saudara-saudara saya yang dulu sebel melihat saya tetap baca koran Kompas dan Majalah Hai, bahkan membiarkannya, karena sudah lupa atau memang nggak ada pengaruhnya apa-apa kok, dengan saya baca Kompas dan Majalah Hai, terhadap kemajuan Agama Islam! Itu saja sepenggal pengalaman saya sebagai pembaca Kompas.

Waris Darmadi.

“BIJAKNYA JANGAN MENYUDUTKAN MEDIA TERTENTU DENGAN MEMBAWA ISU SARA, DIMANA PADA MEDIA TERSEBUT KITA DAPATI BEGITU BANYAK INFORMASI BERMANFAAT UNTUK SEMUA KALANGAN,  TENTUNYA BAGI YANG INGIN MENJADI CERDAS…”

K@barNet

21 Tanggapan to “Benarkah ‘KOMPAS’ Kepanjangan ‘KOMANDO PASTUR’?”

  1. semoga tidak menjadi isu rasial dan sara yg mencuat lagi :D

  2. kaptenagil said

    Kompas itu kan alat penunjuk arah bro!
    dan punya makna tersendiri kalo dikaitkan dengan jurnalis…

    jangan salah artikan yang aneh-aneh..

  3. ahlifikr said

    http://swaramuslim.net/more.php?id=5482_0_1_0_M

    http://khabarislam.wordpress.com/2008/10/04/gaya-kompas-mengobarkan-permusuhan/

    dan masih banyak lagi di google, buka mata, jangan jadi katak dalam tempurung

  4. arief said

    jangan berpikir negatif….

  5. meleketehe said

    kompas adalah penunjuk arah…
    Dalam hal ini kompas menunjukkan ajaran yang sesat…

  6. Bihanda said

    What the hell… boooo ! Hi ! masa majalah hai majalah cowok, iyak cowok baca gituan REMPONG kali boooo….. Yang ada mah cewek abg kayak aku… -_-

  7. Setuju, yang katakan singkatan Kompas itu Komando Pastur hanyalah orang-orang yang ingin menjatuhkan Kompas

  8. me said

    beberapa minggu yang lalu dosen saya yang notabene pernah bekerja di gramedia group membenarkan kalau kompas itu memang singkatan komando pastur.. beberapa pendiri kompas adalah para mantan pastur yang sudah tidak menjadi pastur lagi dan mendirikan kompas….
    sekedar informasi gan….

  9. Berarti ane yang salah, gak ada arti apa apa ya :-D

  10. Anonymous said

    pasti ini yang nulis blog sama yang jawab sama2 orang kompas

  11. Anonymous said

    udah nggak jaman klarifikasi abal2

  12. Anonymous said

    agama islam!!gk akan menjadi penyembah apa yang kamu sembah!!!
    majalah hai gua sumpa’hin lo masuk neraka amiennnn..
    terutama yang buat

  13. kanisius said

    Kenapa karyawan kompas gak ada yg pakai kerudung? Apa karena dilarang?

  14. aceng said

    KOMPAS itu adalah = komunitas pastur yg benar
    Memang benar saya kerja di kompas
    Dan ini memang nyata setiap kali berdoa saja pada saat brifing pagi aja doa nya doa katolik…dan ini nyata…adanya wahai saudara ku…dulu aku tahun 2007 awal aku karyawan di kompas kontrak 2thn jadi tau apa yg ada di kompas….puji syukur skrang sy menjadi mualaf…..meninggalkan kegelapan kompas….dan sy bersyukur bisa memahami islam lebih jauh dan damai….semua hampir rata2 petinggi kompas mayoritas katolik…silahkan anda cek…..maaf bukan brarti meminoritaskan kaum muslim tapi itulah misi komunitas pastur…..
    Dan sy sadar akan hal itu….dan sy skrng manjadi hidup dan mati seorang sejati muslim……hingga kiamat tiba allahuakbar…….

  15. aminobr said

    mungkin disebut komando pastur karena ownernya katolik, plus profil pembacanya yg sebagian besar bukan muslim gan.
    coba agan buka kompas online, perhatikan komentar2 yg muncul dalam pemberitaan yg berkaitan dengan islam, kebanyakan cenderung memojokkan islam.

    gpp gan, ane maklum agan kan sekolahnya di sekolah katholik, temen ane dulu juga ada sd-smp di katolik, waktu sma belajar ngaji dengan rajin, karena dia bilang di sang timur diajarinnya injil.

    masalah “Perang Opini” ini sebetulnya emang nyata gan, istilah kerennya ghawzul fikri, media sudah lama terbukti sebagai alat untuk mengendalikan opini publik, makanya ada koran kristen, koran islam, koran syiah, koran merah, koran lelang, dll.

    bijak2 aja milihnya.

  16. Anonymous said

    kita ini NKRI, mbok yo jangan saling mengolok. apapun namanya, wong ya gak merugikan anda-anda semua.
    yang ngefake sebagai ex karyawan kompas, mbok yo sadar.

  17. aloysiusbima said

    berfikir jernih bro, kita ini Indonesia. Disatukan oleh Pancasila dan Bineka Tunggal Ika, tidak dipecahkan oleh apapun..
    kalau pada mau pro kontra masalah agama, pindah aja ke negara yang sesuai dengan agama yang saudara anut

  18. bukan mencibir y,, tapi qlo dilihat apa yang saya pelajari dan dapat kan sampai saat ini.. dan juga saya sudah baca semuanya yang ngepost tulisan.. terbukti bahwa yang kamu baca telah mengubah tampilan mu.. jangan jauh2. tapi lihat isi blog ini.. semua penuh dengan lambang dajal..
    saya g mau menyebutkan semuanya. qlo mau cari tau saja sendiri, saya g mau dibilang pembawa berita bohong. tapi buktikan dengan kenyataan yang ada..

    para pemimpin yahudi telah menyusun rencana saat perang dunia berlangsung. jadi qlo sekarang ngomongin beginian dengan masyarakat yang telah mendukung mereka, sama saja bohong.. mereka tidak akan mendengar nya. mereka telah mengubahnya menjadi pengikutnya..

    terserah mau di rasakan atau tidak, mereka akan menampakan dirinya dan tidak akan malu atau tanggung2 untuk muncul ke permukaan bumi..

  19. Anonymous said

    Selamat hidup di dunia yang beragam…
    Tujuan Indonesia memang mulia untuk menyatukan keberagaman, tapi manusia sendiri yang tak mampu untuk menyatu oleh karena perbedaan…
    Apakah Tuhan menghadirkan perbedaan supaya terjadi perselisihan ?
    Itulah tujuan hidup, mencari jawaban..

  20. nnnnn said

    Masih mending kom nya tidak diartikan komunis, seperti nasakom

  21. adminmmf said

    maaf saya prang Katolik…silakan aanda mencemooh dan mencaci, tetapi setidaknya kami tak pernah membuat keributan di luar sana…kalau seandainya maaf umat muslim terkesan dipojokkan..ya kita sama2lah..wong malah kami juga sering dipojokkan oleh umat anda bahkan terlalu sering lewat media manapun…. toh yang menciptakan kita sama2 Tuhan,,bukan setan…jadi kenapa saling menjelekkan??

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.994 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: