KabarNet.in

Aktual Tajam

Wiliardi: Mohon Hakim Objektif, Jaksa Mengada-Ada

Posted by KabarNet pada 20/01/2010

Jakarta – Salah seorang terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yaitu Kombes Wiliardi Wizard tampak begitu kecewa tetapi tetap berusaha tenang saat Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutannya hari Selasa (19/1/2010) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yaitu berupa tuntutan MATI.

Tak cuma Willy – demikian panggilan Kombes Wiliardi Wizard –, sang isteri tercinta Novarina Wiliardi juga sangat terpukul atas tuntutan MATI tersebut.
Namun ketabahan tampak jelas dari raut wajah Novarina. Dan dengan penuh kasih sayang, ia terus menerus memberikan kata-kata yang sejuk dan relijius untuk menguatkan hati dan menambahkan ketabahan sang suami.

Seusai persidangan di PN Jakarta Selatan, Kombes Wiliardi Wizard menerima kunjungan besuk KATAKAMI.COM di Rutan Bareskrim POLRI – yang memang memberikan kesempatan besuk 2 kali dalam seminggu yaitu Selasa dan Jumat –.

Pada pertemuan dengan KATAKAMI.COM di ruang besuk Rutan Bareskrim POLRI, Kombes Wiliardi Wizard memberikan WAWANCARA EKSKLUSIF kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata.

Dan inilah WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kombes Wiliardi Wizard:

KATAKAMI (K) : Jaksa Penuntut Umum atau JPU sudah membacakan tuntutan mereka pada persidangan hari Selasa (19/1/2010) ini yaitu tuntuan MATI. Boleh tahu Pak Willy, bagaimana perasaan anda saat mendengar tunutan MATI itu ?

WILIARDI WIZARD (WW) : (Terdiam agak lama sambil menunduk). Tentu saya tidak menduga samasekali Mbak, akan mendapatkan tuntutan MATI seperti ini. Bagaimana mungkin saya bisa menduga akan mendapatkan tuntutan seberat ini karena dari awal sampai akhir proses persidangan dihadirkan 34 orang saksi dan barang-barang bukti tidak ada yang mengarah kepada keterlibatan saya. Fakta persidangan saja dilihat, ada atau tidak bukti-bukti yang menunjukkan bahwa saya terlibat. Tidak ada !

(K) : Artinya anda merasa tuntutan MATI ini terlalu dipaksakan oleh JPU ya ?

(WW) : Jujur saja Mbak, tuntutan MATI seperti ini buat saya benar-benar luar biasa. Saya jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dibalik ini semua ? Ini menjadi tanda tanya bagi kita semua.

(K) : Maksud Pak Willy, fakta-fakta di persidangan yang samasekali tidak bisa membuktikan bahwa Pak Willy terlibat, ternyata tidak diakomodir oleh JPU ?

(WW) : Tidak ada samasekali fakta-fakta persidangan yang diakomodir. Semua yang mengikuti persidangan ini bisa melihat dan mendengar langsung kan. Dari seluruh saksi yang dihadirkan, tidak ada satupun yang menyebutkan bahwa saya terlibat. Bayangkan, tidak cuma saksi-saksi yang saya hadirkan. Yang dihadirkan oleh Pihak Jaksa dalam persidangan saya, tidak ada yang menyebutkan keterlibatan saya. Tidak ada satupun yang mendukung dakwaan Jaksa. Kan jadi aneh, kok tiba-tiba sekarang saya mendapat tuntutan MATI. Kita harus jujur dan menyimak fakta-fakta persidangan. Tidak ada samasekali yang menguatkan dakwaan Jaksa.

Photo : Mesjid Abu Wizard yang didirikan Wiliardi Wizard Di Polres Jaksel

(K) : Tuntutan MATI ini, buat Pak Willy terlalu sadis ?

(WW) : Mbak, ini bukan lagi soal sadis atau tidak sadis. Tuntutan MATI ini terlalu dipaksakan oleh Jaksa. Sungguh … saya tidak habis pikir Mbak. Ada apa ini ?

(K) Tetapi sepanjang persidangan saat tuntutan MATI itu dibacakan, Pak Willy kelihatan tetap tenang dan tabah …

(WW) : Ya, tenang sajalah Mbak. Mau diapakan lagi karena Jaksa sudah menentukan begitu. Apa dikira saya mau memberontak ? Saya tidak akan memberontak. Saya pasrah kepada Tuhan. Walaupun saya benar-benar tidak mengerti atas semua ini.

(K) : Oke, sekarang ada waktu 8 hari yang diberikan untuk terdakwa dan tim penasehat hukumnya untuk menyusun pembelaan atau PLEDOI. Bagaiman persiapan untuk PLEDOI anda, Pak Willy ?

(WW) : Pledoi akan saya rapatkan dengan Tim Penasehat Hukum karena saya akan mengungkapkan lagi fakta-fakta persidangan itu dalam pledoi saya nanti. Rencananya akan disampaikan dalam persidangan tanggal 28 Januari mendatang. Kalau pledoi sudah tersusun, nah semoga jaksa-jaksa itu terbuka matanya. Bayangkan Mbak, satupun dari semua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum tidak ada yang mengarah pada keterlibatan saya. Coba tunjukkan kepada saya, saksi fakta ya … saksi yang ada di Pengadilan. Coba tunjukkan … mana yang mengatakan saya terlibat ? Ada gak ? Tidak ada Mbak ! Tidak ada satupun yang memberatkan saya.

(K) : Pak Willy, bolak-balik yang diblow-up di media massa adalah hembusan informasi bahwa seolah-seolah anda mau membunuh karena ingin naik pangkat. Bagaimana cerita yang sebenarnya ?

(WW) : Saya jadi balik bertanya Mbak, itu yang ngomong seperti itu siapa ? Kecuali misalnya, dari mulut saya sendiri terucap kata-kata bahwa saya minta dibantu agar naik pangkat. Itu omongan orang dan bukan omongan saya. Lalu kenapa saya yang harus menanggung dampak dari omongan yang tidak jelas itu ? Kalau jaksa mengatakan demikian … nah, mana buktinya kalau saya membunuh untuk mendapat kenaikan pangkat. Rendah sekali saya ini dinilai demikian. Jaksa tidak bisa membuktikan bahwa saya berbicara seperti itu. Masak orang yang ngomong tetapi saya yang harus dijadikan korban ? Saya tidak ada bicara seperti itu dan fakta di persidangan juga demikian.

(K) : Jadi apa hikmahnya buat anda, Pak Willy ?

(WW) : Ya sekarang … kita harus hati-hati kalau bertamu ke rumah orang. Kita tidak bermaksud apapun yang buruk. Kalau saya tahu ini untuk maksud yang buruk, saya tidak bakalan mau. Saya berniat baik tetapi dipolitisir. Disalah-artikan. Saya cuma bertamu biasa kok dibilang terlibat dan berambisi pada jabatan. Apakah pak Antasari itu cuma bertemu saya terus menerus ? Kan tidak !

(K) Pak Willy ingin mengatakan bahwa sebagai seorang polisi yang sudah berpengalaman, tidak mungkin mau melakukan pembunuhan hanya untuk sekedar naik pangkat ?

(WW) : Tidak mungkin Mbak ! Saya cuma tenang-tenang saja pun, saya dapat jabatan kok. Siapa yang bilang saya tidak dapat jabatan ? Ngapain saya uber-uber jabatan ? Saya sudah menyelesaikan sekolah saya. Sudah segala-galanya. Saya juga sudah 4 kali jadi Kapolres. Coba … apa mungkin saya mau membunuh hanya untuk sekedar naik pangkat ? Kok bodoh sekali kalau misalnya saya mau membunuh hanya untuk sekedar naik pangkat. Tidak mungkin saya membunuh.

(K) Dakwaan yang menyebutkan anda mengejar jabatan, itu cuma tudingan jaksa yang tidak bisa mereka buktikan di persidangan ?

(WW) : Mbak … saya sudah 4 kali menjadi Kapolres. Hidup saya sudah tenang. Masuk akal gak tuh, orang lain yang ngomong bahwa katanya saya minta jabatan tetapi saya yang jadi kena getahnya. Itu kan tidak adil ! Ada gak keluar dari mulut saya masalah jabatan tadi ? Gak ada dan gak pernah minta-minta jabatan.

(K) Apa harapan anda sekarang Pak Willy setelah mendapatkan tuntutan MATI seperti ini dari Jaksa Penuntut Umum ?

(WW) : (Terdiam agak lama dengan raut wajah yang sangat memelas sekali). Harapan saya, saya memohon dengan sangat agar Majelis Hakim berkenan menilai dan memberikan vonis yang objektif. Saya benar-benar memohon, tolong objektif. Jangan dipaksakan seperti sekarang ini. Tolong, riil sajalah ! Masyarakat kan semua melihat. Tidak ada yang ditutup-tutupi di persidangan. Jaksa tidak bisa membuktikan tetapi tetap memaksakan dakwaan mereka. Main kacamata kuda bahwa saya bersalah. Bagaimana sih … ! Saya tidak mengerti Mbak.

(K) Baiklah Pak Willy, kami ikut prihatin. Semoga Pak Willy sekeluarga tabah.

(WW) Terimakasih Mbak, saya mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar hukum dan keadilan ini ditegakkan. Jadi jangan terus menerus mengada-ada. Lihat dong fakta persidangannya. (MS)

Menghabisi Nasrudin Zulkarnaen Adalah Tugas Negara

5 Tanggapan to “Wiliardi: Mohon Hakim Objektif, Jaksa Mengada-Ada”

  1. aditkus said

    jaksnya tendensius nih….pengen cari muka

  2. Ganjaran yang akan diterima oleh penegak hukum yang menegakkan hukum bukan berdasarkan kebenaran jauh lebih berat ketimbang beratnya hukuman yang dirasakan oleh orang dianggap tidak benar. Hindarilah bermain-main dengan kebenaran. Kebenaran bukan untuk dimainkan, melainkan ditegakkan untuk kamaslahatan hidup di dunia dan akherat sebagaimana kebenaran di mata Allah SWT.

  3. Dangstars said

    Saya membaca saja boz

  4. Subhanallahu

  5. mbah said

    mafia hukum sudah bermain…..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.905 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: