KabarNet.in

Aktual Tajam

HUT BRIMOB ke-64 ”KAMI ANGGOTA KORPS BRIMOB POLRI BANGGA MENJADI ANAK BUAH JENDERAL”

Posted by KabarNet pada 16/11/2009

JAKARTA – Hari ini, (16/11)  hasil final verifikasi tim pencari fakta kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah (Tim Delapan) akan dibawa ke meja presiden. Salah satu poinnya adalah rekomendasi pergantian pimpinan kepolisian dan kejaksaan. Tapi, Korps Brigade Mobil (Brimob), tampaknya, tak rela kasus Bibit dan Chandra harus berujung kepada pergantian TB1.

Kemarin (14/11) korps baret biru itu mengirimkan sinyal penolakan pencopotan Kapolri dalam acara ulang tahunnya ke-64 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Korps tertua di kepolisian itu menghelat upacara dan gelar pasukan dengan inspektur upacara Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Brimob menurunkan satu kompi provos, detasemen I gegana, detasemen IV pelopor, satu kompi Brimob, satu kompi motor Brimob, dan satu kompi PNS Brimob. Hadir dalam perayaan itu Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanagara, Irwasum Komjen Pol Jusuf Manggabarani, Kepala BIN Jenderal (pur) Sutanto dan jajaran petinggi Polri yang lain.

Yang mencolok, sebuah spanduk berupa dukungan kepada Kapolri dipasang di tengah-tengah gedung utama markas. Spanduk bertulisan ”KAMI ANGGOTA KORPS BRIMOB POLRI BANGGA MENJADI ANAK BUAH JENDERAL” itu dilengkapi dengan foto Kapolri mengenakan seragam Brimob warna biru.

Kepada wartawan, Kepala Korps Brimob Irjen Pol Imam Sudjarwo menegaskan bahwa Brimob mendukung penegakan hukum secara adil dan tuntas pada kasus Bibit dan Chandra. Bagi alumnus Akpol 1980 itu, siapa pun yang bersalah harus diproses hukum.

”Saya ingin sampaikan bahwa negara kita negara hukum. Supremasi hukum harus kita tegakkan, tidak boleh ada hukum jalanan. Hukum tidak boleh goyah. Jangan hanya karena tekanan proses hukum mundur,” tegasnya. Mantan Kapolda Bangka Belitung itu menilai, seluruh proses hukum yang dilakukan polisi dalam kasus itu sudah tepat.

Menurut jenderal dua bintang yang pernah menjadi Kapolres Banyuwangi (1999) itu, semua warga negara sama di muka hukum. ‘Nggak itu tukang becak, tukang sayur, KPK, jaksa, semuanya sama. Kita bukan malaikat yang tidak punya kesalahan. Siapa pun yang salah harus diproses hukum. Asas kita praduga tidak bersalah. Jadi, kalau sekarang diperiksa, belum tentu bersalah,” katanya.

Apakah itu berarti Brimob siap mengawal prosesnya? Ditanya wartawan seperti itu, Imam menjawab tegas. ”Kami tidak akan pernah mundur. Proses hukum harus berjalan,” katanya lantang.

Brimob adalah pasukan paling elite di Polri. Jika digerakkan, kekuatan Brimob di seluruh Indonesia mencapai 33.345 personel. Kemampuan mereka juga jauh di atas rata-rata anggota polisi biasa. Misalnya, kemampuan operasi tempur, SAR, penjinak bom, kimia biologi, radioaktif, dan operasi khusus. Mayoritas anggota Detasemen Khusus 88 Mabes Polri juga diambil dari Korps Brimob.

Dalam acara itu, Kapolri Bambang Hendarso Danuri lebih banyak ”curhat”. Dalam sambutannya, Bambang meminta seluruh anggota Brimob tegar dan tidak terpengaruh pemberitaan media yang cenderung menyudutkan polisi. ”Harus terus bangga, harus tetap profesional,” ujar Kapolri di depan podium.

Mantan Kabareskrim itu juga secara terang-terangan mengakui bahwa Polri sedang mengalami tekanan berat karena opini yang berkembang di masyarakat. ”Selama 64 tahun penegakan Polri dalam menjaga dan mempertahankan bangsa Indonesia telah banyak prestasi yang membanggakan, tapi seolah-olah tertutup karena hal itu,” katanya.

Menurut Kapolri, hujatan masyarakat adalah wujud cinta mereka kepada institusi polisi. ”Kita sedang beranjak membangun Polri untuk kepercayaan masyarakat. Tapi, kita terus berada di garda terdepan juga penegakan hukum yang teguh dan profesional,” katanya, disambut tepukan tangan tamu undangan.

Bambang lalu membacakan semacam janji setia yang ditirukan pasukan upacara. ”Tribarata telah terpatri pada insan Bhayangkara yang menyelusup dalam tulang belulang tubuhku. Menandai setiap derap langkah dan tarikan napasku yang berdiri tegak dan kukuh tidak lekang, napas tak hancur karena hantaman ombak,” tegasnya.

Kapolri melanjutkan, ”Wahai alam semesta, bintang, bulan, mentari, dan angin, yang memberi napas kehidupan umat manusia. Dengarkanlah tekadku yang lahir dari insan Bhayangkari sejati untuk tetap tegar jaga diri, martabat, dan kehormatan demi Polri yang kami cintai dan banggakan.”

Dalam janji itu, ada juga pesan bahwa polisi tak takut celaan. ”Aku bangga menjadi Bhayangkara negara. Aku menjiwai apa yang terpatri pada tribatra dan catur prasetya tak akan mundur sejengkal pun untuk meninggalkan rumahku meski harus berkorban diri,” ujar Kapolri ditirukan pasukan.

Acara kemarin juga dimeriahkan pentas tari-tari tradisional, demo membuat tenda cepat, dan acara bagi-bagi motor untuk anggota Brimob. Ada 40 motor yang diundi. Dananya berasal dari Kapolri dan perwira tinggi (pati) Mabes Polri. Artis Paramitha Rusadi juga diboyong untuk menemani anggota Brimob bernyanyi.

Beberapa purnawirawan Polri menilai, acara itu kurang pas pada saat citra Polri sedang disorot masyarakat. ”Saya melihat ada yang mencari perhatian atasan,” kata mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Farouk Muhammad.

Menurut Farouk, kebanggaan menjadi anggota Polri bukan berdasar kepada perseorangan, tapi kepada korps. ”Kehormatan Polri adalah kehormatan institusi,” kata purnawirawan irjen yang pernah menggegerkan Polri karena meminta mahasiswa PTIK membuat tulisan tentang korupsi di internal polisi itu.

Lebih baik, kata mantan Kapolda NTB itu, polisi melakukan evaluasi internal dulu. ”Daripada show of force yang bisa ditafsirkan keliru oleh publik,” katanya.

Kombespol (pur) Bambang Widodo Umar juga menilai, polisi tidak boleh terjebak pada figur. ”Memang wajib hukumnya hormat kepada atasan. Tapi, juga harus ingat bahwa polisi itu abdi masyarakat. Mereka digaji oleh pajak rakyat. Itu berarti harus patuh juga kepada norma hukum di masyarakat,” katanya.

Pengajar PTIK itu menilai, dukung-mendukung di internal polisi selalu ada di setiap zaman. ”Tapi, tak perlu dinyatakan secara terbuka dan terang-terangan seperti itu,” katanya. Sumber Jawa Pos di lingkungan Mabes Polri menyebutkan, sejumlah perwira menengah mengaku sangat dilematis dalam kasus Bibit dan Chandra. Ada yang mendukung proses hukum sampai sidang, namun ada juga yang ragu.

”Sekarang ini bahkan kita mendengar akan ada investigasi internal propam (profesi dan pengamanan) untuk mengusut kubu-kubu itu,” katanya.

Sumber itu menyebutkan sejumlah nama jenderal bintang satu dan bintang dua yang dikabarkan berada di kubu penghentian penyidikan Bibit dan Chandra. ”Kami yakin, jika ketahuan, pasti dikotak nonjob,” katanya.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Nanan Sukarna membantah informasi itu. ”Polri solid seribu persen,” tegas Nanan. Mantan Kapolda Sumatera Utara itu juga menampik kabar ada investigasi internal oleh propam. ”Lho, diselidiki buat apa?” katanya.

Tuntut Terbuka

Harapan publik terhadap tim pencari fakta kasus Bibit S. Riyan­to dan Chandra M. Hamzah atau yang dikenal dengan Tim Delapan cukup besar. Bukan hanya untuk kasus dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, melainkan juga kelanjutan kasus Bank Century.

Sejumlah kalangan mendesak Tim Delapan yang diketuai Adnan Buyung Nasution menyampaikan rekomendasi kepada publik. ”Laporan Tim Delapan diserahkan kepada presiden. Tapi, setelah itu tanpa ada yang disembunyikan isinya wajib langsung disampaikan ke publik,” tegas Usman Hamid, koordinator Kontras, di Jakarta kemarin (14/11).

Penyampaian itu, menurut Usman, merupakan hal yang penting. Sebab, publik bisa menilai hasil kerja Tim Delapan selama hampir dua pekan. ”Apa sekadar kasus Bi­bit dan Chandra atau mampu mem­berikan fondasi awal yang penting pengusutan kasus Masaro dan Century,” urai dia. Selain itu, dengan disampaikan secara terbuka, publik bisa mengawal proses hukum yang adil dan bertanggung jawab.

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane. Dia mengatakan, penyampaian kepada publik akan menjamin tindak lanjut rekomendasi oleh Presiden SBY. ”Dari situ bisa dinilai apakah presiden serius atau tidak dalam kasus ini,” katanya.

Jika tidak ditindaklanjuti, kata dia, berarti sudah ada pelecehan terhadap Tim Delapan. ”Itu akan mengulang kejadian Tim Delapan yang akan mundur karena Anggodo dibebaskan, padahal rekomendasinya sudah disampaikan,” terang Neta.

Terkait kasus Chandra dan Bibit, IPW mempersilakan kelanjutannya jika memang ada alat bukti yang kuat. Namun, jika tak terbukti, pihaknya meminta Chandra dan Bibit untuk menggugat balik. Misalnya, dengan alasan pencemaran nama baik dan gugatan ganti rugi. ”Polri harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Neta mengutip tuntutan koalisi LSM yang disampaikan kepada Tim Delapan beberapa waktu lalu. Salah satu di antaranya dengan pencopotan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. ”Kami harap itu ada dalam rekomendasi. Kapolri tidak bisa mengendalikan persoalan cicak dan buaya sehingga melebar ke mana-mana,” tegasnya. Selain itu, koalisi meminta pengusutan kasus Bank Century dilanjutkan.

Rencananya, rekomendasi Tim Delapan akan disampaikan kepada Presiden SBY Hari ini (16/11). Hari ini tim akan melakukan finalisasi isi rekomendasi itu. Sebelumnya, anggota Tim Delapan Todung Mul­ya Lubis mengatakan akan me­nyampaikan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban tim.

Anggota tim yang lain, Denny Indrayana, mengungkapkan bah­wa praktik mafia peradilan menjadi salah satu perhatian Tim Delapan. Sebab, itu menjadi bagian dari program kerja 100 hari pertama pemerintahan SBY-Boediono. (Jawa Pos/ KN)
______________________________________

“JADI ANAK BUAH JENDERAL, KOK BANGGA”

Spanduk bertuliskan ‘Kami Anggota Korps Brimob Polri Bangga Jadi Anak Buah Jenderal’ yang dipampang saat perayaan HUT ke-64 Brimob dinilai kurang tepat. Mestinya, Brimob mengaku bangga karena telah mengabdi melayani masyarakat. “(Spanduk) Itu saya kira aneh, bangga kok jadi anak buah jenderal, bangga itu menjadi polisi yang telah melakukan perubahan,” kata dosen Kriminologi UI Erlangga Masdiana.

Erlangga menerangkan, bentuk dukungan terhadap seorang pimpinan semestinya tidak perlu diutarakan secara terbuka melalui spanduk. Polisi seharusnya mencari simpati kepada masyarakat bukan kepada pimpinannya. “Mencari dukungan masyarakat lebih penting saat ini. (tulisan) Itu kurang tepat. Bangga telah banyak memberikan pelayanan kepada masyarakat baru tepat,” jelasnya.

Di tengah kondisi sorotan publik yang menyudutkan,  polisi malah membuat tindakan yang provokatif dan arogan. Polisi harus lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat. “Berusaha menjadi pengayom masyarakat lebih baik, jangan sampai menimbulkan kesan arogan nantinya,” tandasnya.

Kejujuran Polri sebagai aparat penegak hukum merupakan cerminan sikap dan jatidiri Bangsa

6 Tanggapan to “HUT BRIMOB ke-64 ”KAMI ANGGOTA KORPS BRIMOB POLRI BANGGA MENJADI ANAK BUAH JENDERAL””

  1. Kalo begini terus, jadi gak rela deh bayar pajak, karena uang pajak yang dibayar diantaranya digunakan untuk membiayai orang yang lebih mengutamakan melayani bosnya daripada masyarakat sebagai pembayar pajak. Itu kalo benar. Ingatlah, gaji setiap bulan dipotong buat bayar pajak, beli barang dan jasa rata-rata dikenakan pajak, mau urus ini urus itu dikenakan pajak, mau jalan ke sana ke sini bayar pajak, bahkan sakitpun masih disuruh bayar pajak. Hidup saya ini dibelenggu oleh negara dengan kewajiban membayar pajak. Oleh karena sudah membayar pajak, maka warga negara berhak mendapatkan pelayanan yang baik dari pejabat dan aparatur negara termasuk guru, jaksa, polisi dll. Mereka jangan minta dilayani rakyat tapi harus melayani rakyat sebagai pembayar pajak atau gaji mereka. Itupun kalo masih mau dengar keluhan pembayar pajak. Kalo enggak, ya terserah … entar juga bayar pajaknya. Pilih mana hayooo. Melayani masyarakat pembayar pajak berarti gaji lancar, kebalikannya berarti gaji seret. Salam dari wajib pajak.

  2. iwal_iwil said

    SELAMAT HUT ke-64 KORPS BRIMOB…..
    Kepada bapak” penegak hukum kami bangga kepada anda.
    Tegakkanlah hukum di NKRI ini seperti para leluhur anda yang telah berjuang menegakkan MERAH PUTIH untuk negara Indonesia tercinta. Sejarah perjuangan Polri khususnya Brimob dalam membela negara sangatlah panjang, banyak para senior anda yang gugur di tanah air maupun di johor malaisya. Bahkan sampai saat ini jasad beliau-beliau masih di johor.
    Sebagai generasi penerus janganlah anda mudah guncang hanya karena hujatan dari berbagai kalangan karena itu adalah motivasi tersendiri yang harus anda gunakan untuk lebih semangat dan lebih maksimal dalam berlatih.
    Karena sesunguhnya jika suatu saat masyarakat membutuhkan pelindung dan pengayom yang super maka andalah yang kami harapkan. INGATLAH bahwa dari sejarah yang mengatakan bahwa KORPS BRIMOB adalah pasukan yang salalu setia dan taat kepada NKRI.
    TETAP SEMANGAT DAN TEGAKKAN HUKUM di NEGERI INDONESIA TERCINTA….

  3. hari said

    SLOGAN BRIMOB YANG NYELENEH.
    KOK BANGGA JADI ANAK BUAH JENDRAL ( BELUM TAHU SI JENDRALNYA BERBUAT KEBENARAN ATAU TIDAK ).BUKAN BANGGA JADI POLISI YANG BAIK MEMBELA KEBENARAN.
    KALAU PEGAWAI NEGARA SEPERTI INI,MAU DIAPAKAN MASA DEPAN BANGSA DAN NEGARA INDONESIA INI.
    MESTINYA SLOGAN BRIMOB BEGINI :
    AKU BANGGA JADI POLISI YANG BAIK INDONESIA,YANG SELALU MEMBELA KEBENARAN DAN MENEGAKKAN KEADILAN.TIAP KEJAHATAN PASTI AKU BASMI, SIAPUN YANG BERBUAT KEJAHATAN PASTI AKU BASMI. BIARPUN ITU JENDRAL POLISIPUN YANG BERBUAT KEJAHATAN AKAN AKU BASMI ,DEMI MENEGAKKAN KEADILAN DAN KEBENARAN DI SELURUH INDONESIA.

  4. Iya yah, bener juga.
    Bangga sih, bangga. Tapi kalo slogannya begitu, gimana kalo suatu ketika pimpinan yang dibanggainnya ternyata dianggap melakukan suatu kesalahan. Namanya manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tidak pernah luput dari kesalahan. Apakah masih tetap merasa bangga ? Nah ini kiranya yang harus dirasakan dan dipikirkan secara mendalam, jangan sampai kebanggaan tersebut suatu ketika malah menjadi bumerang yang menyakitkan. Lebih baik jika slogan rasa kebanggaan itu diarahkan pada ketulusan mengemban amanah dan tanggungjawab rakyat sebagai abdi negara, walaupun cobaan berat menghadang bertubi-tubi.
    Percayalah, siapapun yang membaca slogan seperti ini akan terenyuh hatinya, terharu, hormat dan salut.

  5. taUbat said

    HUT BHAYANGKARA SBY PESAN BERANTAS KKN DI JAJARAN POLRI

    Minggu, 1 Juli 2012 03:52 WIB

    Tribunnews.com – Jakarta – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan lima pesan dan harapannya terhadap institusi yang saat ini dipimpin Jenderal Polisi Timur Pradopo.

    Pesan tersebut disampaikan SBY dalam pidatonya saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-66 di Lapangan Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu (1/7/2012).

    Pesan pertama SBY kepada anggota Polri adalah menjunjung tinggi kode etik Polri dalam bertugas dan berhubungan dengan masyarakat yang dilandasi nilai Pancasila, Tribata, dan Catur Prasetya Polri.

    “Junjung tinggi kode etik Polri, kode etik kepribadian, kode etik lembaga, dan kode etik negara dalam bertugas, dan hubungan dengan masyarakat,” kata SBY.

    Kemudian SBY pun meminta supaya Polri menuntaskan proses reformasi birokrasi yang kini sedang dijalankan Polri. “Berantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di jajaran Polri, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” jelas SBY.

    Kemudian, pesan presiden berikutnya agar Polri bisa cepat dan responsif mengupayakan pencegahan terhadap konflik permulaan dan aksi kekerasan. “Hal itu akan menghilangkan tuduhan terhadap Polri dan negara melakukan pembiaran,” ucapnya.

    Pesan selanjutnya dari SBY untuk Polri agar anggotanya senantiasa menampilkan keteladanan dan perkokoh kemitraan dengan masyarakat untuk membangun citra kepolisian lebih baik.

    Terakhir SBY berpesan supaya Polri meningkatkan kiprahnya dalam perdamaian dunia internasional, sehingga Polri bisa dilihat di mata dunia internsional. “Polri diharapkan bisa setara dengan kepolisian di negara maju,” ungkapnya.

    Adi Suhendi

  6. taUbat said

    SELAMAT HUT BHAYANGKARA KE. 67

    >>>> Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghadiri peringatan Hari Bhayangkara Polri ke-66 di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, meminta Polri memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme di tubuh mereka.

    “Berikan pelayanan publik yang responsif dan profesional. Berantas KKN di jajaran Polri. Junjung tinggi kode etik Polri, kode etik kepribadian, kode etik lembaga, dan kode etik dalam bertugas dan berhubungan dengan masyarakat,” kata SBY. <<<<

    (nasional.news.viva.co.id)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.114 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: