KabarNet.in

Aktual Tajam

Kombes Wiliardi, Martir Yang Dikorbankan Institusi

Posted by KabarNet pada 14/11/2009

Setengah tahun lamanya, Kombes Wiliardi Wizard memendam keinginan untuk bisa berkenalan, bertemu dan sekedar mengucapkan terimakasih atas sebuah tulisan yang dimuat di KATAKAMI.COM bulan Mei 2009 yaitu tulisan yang berjudul, “SEPUCUK SURAT UNTUK KOMBES WILIARDI WIZARD”.

Willy – demikian Wiliardi Wizard biasa dipanggil – menghubungi semua pihak di kalangan terdekatnya untuk menanyakan apakah kenal dengan Pimpinan Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata ? Dan kalau kenal, apakah tahu nomor kontak telepon yang bisa dihubungi. Nova — Isteri Wiliardi Wizard – serta putri sulung mereka Tika, juga ikut mencari dimana dan bagaimana caranya untuk bisa berkenalan, bertemu dan berbicara dengan KATAKAMI.COM.

Akhirnya keinginan mereka sekeluarga tercapai pada hari Jumat 13/11/2009. Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata diajak oleh Nova Wiliardi untuk membesuk suami tercintanya didalam tahanan Rutan Bareskrim Mabes Polri. Dan inilah hasil pertemuan kami.

Tepat jam 13.30 WIB, saya tiba di Gedung Bareskrim Polri. Petugas di pintu depan Bareskrim, sangat sopan dan profesional. Saya diminta untuk mengisi buku tamu, meninggalkan kartu identitas (KTP) dan menitipkan alat komunikasi saya yaitu HANDPHONE. Tadinya saya janjian untuk membesuk bersama-sama dengan Nova Wiliardi. Tetapi karena terhambat oleh kemacetan lalu lintas maka Nova Wiliardi agak belakangan tiba di Bareskrim.

Saya yang masuk lebih dahulu ke dalam ruang tahanan Bareskrim Polri pada jam besuk. Petugas memanggil Wiliardi Wizard ke dalam sel tahanannya dan saya disuruh menunggu sebentar.

Saat Wiliardi Wizard tiba di hadapan saya, mantan Kapolres Jakarta Selatan ini mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan dengan saya.

“Pak Wiliardi, perkenalkan nama saya Mega Simarmata. Senang bertemu dengan Pak Wiliardi, bagaimana kabarnya “ sapa saya kepada Wiliardi.

“Kabar baik Mbak Mega. Saya terharu sekali membaca tulisan Mbak Mega bulan Mei lalu. Berbulan-bulan saya ingin sekali bertemu dengan Mbak Mega. Saya tanya kemana-mana, begitu juga isteri dan anak saya, semua mencari tahu nomor kontak Mbak Mega. Saya tidak pernah berhenti mencari dimana Mbak Mega berada. Saya berdoa agar saya bisa dipertemukan dengan Mbak Mega. Tetapi baru sekarang keinginan saya untuk bisa bertemu itu kesampaian. Mbak, dari lubuk hati saya yang terdalam, atas nama saya pribadi … bahkan atas nama keluarga, kami semua mengucapkan terimakasih atas dukungan Mbak Mega lewat tulisan itu. Saya terharu sekali. Terimakasih Mbak, terimakasih” ungkap Wiliardi dengan wajah yang sangat serius

“Terimakasih kembali Pak Willy, mungkin baru sekarang Tuhan membukakan jalan untuk kita bisa bertemu. Bagaimana kesehatan Pak Willy selama di tahanan ? Aman semua ?” tanya KATAKAMI.COM.

“Ya beginilah Mbak, semua ribut karena kesaksian yang terakhir dalam persidangan Pak Antasari kemarin. Saya juga tidak tahu, mengapa tiba-tiba saya dapat kekuatan dari Tuhan untuk berbicara jujur apa adanya. Itulah yang sesungguhnya terjadi Mbak. Saya diperintah untuk mengikuti dan menanda-tangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) seperti yang sudah diatur oleh Polisi” lanjut Wiliardi.

“Pak Willy, mengapa Bapak mau menanda-tangani kalau memang Bapak tidak membunuh Nasrudin Zulkarnaen dan samasekali memang tidak terlibat ?” tanya KATAKAMI.COM.
“Mbak, saya ini bawahan, saya percaya pada atasan, pada pimpinan. Yang meyakinkan saya bahwa saya akan dijamin adalah perwira tinggi berbintang 2, masak saya berani membantah perintah atasan ?” ungkap Wiliardi selanjutnya.

“Pak Willy, terlibatkah anda dalam pembunuhan itu ?” tanya KATAKAMI.COM.

“Demi Allah, saya bersumpah Mbak, saya tidak terlibat samasekali. Tuduhan keterlibatan itu hanya karena berdasarkan saya pernah berkomunikasi dengan Pak Antasari, Sigid, Jerry dan Edo”. Lho, kalau memang saya ada berkomunikasi dengan mereka maka Majelis Hakim harus mempertimbangkan untuk meminta agar semua rekaman pembicaraan saya dengan mereka-mereka tadi dibuka dalam persidangan” jawab Wiliardi.

“Pak Willy, anda mengatakan bahwa anda dipengaruhi atasan untuk menanda-tangani BAP. Iya kan ? Nah, bagaimana kronologisnya ?” tanya KATAKAMI.COM.

“Jadi tanggal 30 April 2009 itu Mbak, pada pagi harinya saya didatangi oleh Wakabareskrim Polri Irjen Hadiatmoko. Saya ingat betul, itu terjadi jam 9 atau jam 10 pagi. Irjen Hadiatmoko bilang ke saya, nanti saya panggil Iwan (Kombes Mochamad Iriawan). Sudah ikuti saja BAP yang disusun Iwan. Sorenya Kombes Iwan datang menemui saya. Intinya, Kombes Iwan meminta saya untuk menanda-tangani saja BAP yang sudah disamakan dengan BAP Sigit. Dan puncaknya pada pukul 23 pada malam hari itu, lewat hp milik orang lain yang ada di tahanan saya … saya diminta bicara dengan Sigid. Sigid mengatakan … Mas, ikuti saja penyidik. Sasaran kita cuma ANTASARI kok. Kita dijamin oleh BHD, ikuti saja Mas. Saya pusing ini” demikian kata Wiliardi mengulangi omongan Sigid saat berbicara dengan Wiliardi Wizard.

“Oh begitu kelakuannya WAKABRESKRIM POLRI yang pada saat itu dijabat oleh Irjen Hadiatmoko. Apakah beliau lupa bahwa patut dapat diduga ada kasus hukum yang sangat memalukan saat beliau menjabat sebagai KAPOLDA RIAU yaitu kasus bandar judi togel ACIN ? Kan memalukan jika ada kasus hukum seperti itu. Lalu kok bisa-bisanya mengarahkan bawahan untuk menanda-tangani sebuah BAP yang sepenuhnya disusun oleh penyidik sendiri ? Bayangkan, hanya dalam satu hari itu saja yaitu tanggal 30 April 2009. ada 3 orang yang membujuk, mempengaruhi, mengarahkan dan menekan agar Pak Willy mau menanda-tangani BAP yang seluruh isinya 100 persen buatan POLISI ?” tanya KATAKAMI.COM.

“Iya betul Mbak, tanggal 30 April itu ada 3 orang secara berturut-turut meminta saya tanda-tangan BAP yang disusun POLISI. Saya kalut Mbak. Saya tidak menyangka akan dikhianati seperti ini. Saya dijanjikan akan dibebaskan kalau mau mengikuti perintah atasan untuk menanda-tangani BAP buatan POLISI. Saya tidak menyangka bahwa saya akan dikorbankan dengan cara yang sangat kejam seperti ini. Mengapa semua ini menimpa saya ? Saya tahu bahwa Sigid memang dekat dengan Kapolri sehingga itu yang membuat saya percaya kepada dia. Saya bahkan mendengar Sigid berbicara di telepon dan alat pengeras handphone itu sengaja dibuka oleh Sigid saat ia berbicara dengan Sekretaris Pribadi (Spri) Kapolri yaitu Kombes Arief. Mengapa ada permainan tingkat tinggi seperti ini yang sengaja mengorbankan diri saya sekeluarga ? Apa salah saya ? Saya tidak mengerti Mbak” ungkap Wiliardi dengan raut wajah yang sangat sedih dan terpukul.

“Sabarlah Pak Willy, kebenaran itu ibarat air yang mengalir. Ia akan tetap mengalir walau dibendung. Tuhan tidak tidur. Perbanyaklah doa dan zikir. Kendalikan emosi dan diri dalam setiap persidangan agar jangan sampai emosi jadi tidak terkontrol. Apapun yang terucap dan dilakukan dalam persidangan, semuanya menjadi catatan hakim. Jadi katakanlah yang sesungguhnya. Buka saja. Jangan ada yang ditutupi” lanjut KATAKAMI.COM.

“Iya Mbak, pesannya akan saya ingat” jawab Wiliardi sambil menunduk sedih.

“Pak Willy, sepanjang sejarah baru kali inilah ada INSTITUSI yang dengan sengaja menskenariokan dan menjerumuskan agar anak buahnya jadi MARTIR. Tidak mau tahu bahwa anak buah yang dikorbankan itu hancur kehidupan dan kariernya. Tindakan menjerumuskan dan mengorbankan anak buah yang tidak bersalah dengan skenario dan permainan tingkat tinggi seperti ini adalah perbuatan yang berperikemanusiaan. Jadi, gunakan dengan sebaik-baiknya semua kesempatan dalam persidangan. Berkata jujur sejujur-jujurnya kepada hakim. Pasrahkan diri kepada Tuhan” kata KATAKAMI.COM.

“Terimakasih Mbak Mega, hati dan pikiran saya terpukul sekali setelah dikorbankan seperti ini” kata Wiliardi.

Kombes Wiliardi Wizard lulusan Akpol angkatan tahun 1984 ini memiliki 3 orang anak dari pernikahan dengan seorang wanita cantik keturunan Minang & Aceh. Nova, isteri Wiliardi berkenalan dengan sang suami saat Wiliardi bertugas di Nangroe Aceh Darussalam yaitu saat menjadi Kanit Serse tahun 1984. Dari pernikahan mereka, lahirlah 3 orang anak yaitu Lustika Yunita Wiliardi (22 tahun), M. Resdi Wiliardi (17 tahun) dan Nisya Oktiani Wiliardi (11 tahun). Nova terus memberikan dorongan dan semangat kepada Wiliardi dalam menjalani semua permasalahan dan proses hukum ini.

“Mbak, saya ini pernah dipanggil ke ruangan Wakabreskrim Polri Irjen Hadiatmoko. Ketika itu saya datang bersama puteri sulung saya, Tika. Kami berdua menghadap Pak Wakabareskrim. Beliau bilang, sudahlah … sampaikan sama suami kamu, ikuti saja BAP yang disusun penyidik. Kami jamin suami kamu. Gampang kok … akui saja. Bilang begini … ya betul saya memang diminta untuk membunuh tetapi saya tidak mau dan saya suruh orang lain. Ya ampun … kalau suami saya disuruh oleh POLRI bicara begitu, kan sama saja menjerumuskan suami saya untuk kena pasal pembunuhan berencana. Suami tidak terlibat tetapi dipaksa oleh INSTITUSI untuk mengakui bahwa seolah-olah dia arsitek pembunuhan dan memang terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Kasus ini bukan kasus main-main. Ancamannya hukuman mati. Kenapa suami saya dijerumuskan untuk mendapat ancaman seberat itu untuk perbuatan yang sama sekali tidak dilakukannya ? Demi institusi, maka suami saya yang sangat mencintai POLRI dipaksa untuk mengakui skenario INSTITUSI bahwa sebenarnya suami sayalah pembunuhnya ? Terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan itu. Ya Allah … alangkah jahatnya POLRI kepada kami yang sangat tak berdaya ini” ungkap Nova Wilairdi sampai menitikkan airmata.

“Mbak Nova, selain WAKABARESKRIM POLRI Irjen Hadiatmoko, siapa lagi didalam INSTITUSI POLRI ini yang mengarahkan agar WILIARDI WIZARD mau menjadi martir mengakui di hadapan persidangan bahwa dialah pembunuh Nasrudin Zulkarnaen ?” tanya KATAKAMI.COM.

“Selain WAKABARESKRIM POLRI, saya bertemu juga dengan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Mochamad Iriawan. Dia sahabat suami saya. Teman seangkatan suami saya. Tapi tega-teganya bilang begini … sudahlah, ikuti saja semua arahan penyidik. Keluarga memang akan terpukul, sedih. Tapi pasti kesedihan itu cuma seminggu, selebihnya akan merasa terbiasa. Kalau anak-anak merasa terpukul, hadapkan ke saya biar saya yang akan menjelaskan kepada anak-anak” jawab Nova Wiliardi.

“Kok tega sekali berbicara seperti itu ? Keterlaluan. Lain kali Mbak, siapapun pimpinan di POLRI ini yang memanggil keluarga Pak Wiliardi untuk ditekan dan diarahkan seperti ini … rekam semuanya. Bawa perekam. Kalau dibiarkan terus menerus seperti ini, lama-lama POLRI ini akan jadi busuk karena ulah segelintir orang. Tidak tahu malu semuanya mengarang-ngarang dan menskenariokan BAP. Rakyat Indonesia harus tahu. Dan Keluarga Wiliardi, jangan mau lagi dikerjai. Mulai saat ini rekam semuanya. Dalam persidangan, alat bukti sangat menentukan sekali. Jangan lupa, siapapun yang berani-berani lancang mulutnya merayu dan mengarahkan agar seorang bawahan terjerumus ke dalam semua permasalahan hukum … dialah yang harus diseret ke muka hukum. Dan kalau kami tidak salah ingat, patut dapat diduga ada kasus hukum terkait bandar judi Doni Harianto yang melibatkan Kombes Mochamad Iriawan bulan Desember 2008 yaitu patut dapat diduga ada suap sebesar Rp. 700 juta dari bandar judi. Oknum Jaksa Sudono sudah langsung dipecat akibat ketahuan menerima uang suap ini. Tetapi KAPOLRI BHD justru mengamankan anak buah yang patut dapat diduga menerima suap. Perilaku apa itu ? Apakah patut dapat diduga KAPOLRI BHD dapat setoran juga sebab dia tidak menindak anak buahnya yang terlibat dalam kasus penyuapan ?” ungkap KATAKAMI.COM.

Pertemuan saya dengan Kombes Wiliardi Wizard memang sangat mengejutkan dan mengharukan.

Ia bagaikan pelanduk yang terjepit diantara gajah-gajah yang bertikai. INSTITUSI seakan tak mau tahu dan tak merasa tak perlu untuk membela kebenaran yang ada di pihak bawahan. Sungguh menyayat hati dimana patut dapat diduga seorang polisi terbaik diumpan, dikorbankan dan dijerumuskan secara keji oleh INSTITUSI-nya sendiri.

Hidup seorang bawahan dihancurkan.

Karier yang dibangun puluhan tahun oleh Wiliardi dihancurkan.

Wiliardi dijanjikan untuk mendapat jaminan penuh keselamatan dari para oknum atasan agar bersedia menjadi orang yang “dituding” menjadi dalang atau arsitek pembunuhan.

Wiliardi tak menyangka bahwa keputusannya untuk bersikap patuh dan tunduk pada atasan — terutama pada KAPOLRI — ternyata disalah-gunakan dan disesatkan.

Tindakan semacam ini adalah tindakan yang berperikemanusiaan samasekali.

Lalu, apakah ada kepastian dan jaminan bahwa di kemudian tidak akan ada lagi POLISI-POLISI terbaik di Indonesia ini yang sengaja dikorbankan untuk INSTITUSI ? Wiliardi menangis meraung-raung dan sempat memutuskan untuk bunuh diri di awal bulan Mei lalu. Ketika itu, “keluguannya” untuk mempercayai dan mengikuti perintah atasan untuk menanda-tangani BAP abal-abal buatan PENYIDIK POLISI ternyata berujung kefatalan.

Wiliardi tak bisa lagi lari dari jerat hukum dan pasal yang ditimpakan kepadanya sungguh berat yaitu pasal pembunuhan berencana dengan maksimal hukuman adalah HUKUMAN MATI !

Apakah ada didunia ini, seorang atasan atau komandan atau panglima yang dengan sadar dan benar-benar sengaja menjerumuskan bawahannya untuk menanggung hukuman yang sangat mengerikan yaitu hukuman mati ?

Iya kalau ia bersalah. Bagaimana kalau ternyata ia tidak bersalah dan tidak terlibat samasekali ? Patut dapat diduga Jenderal BHD sudah melampaui kewenangannya bila ternyata secara sadar dan sengaja memang mengorbankan anak buah. (MS)

7 Tanggapan to “Kombes Wiliardi, Martir Yang Dikorbankan Institusi”

  1. kesaksian wiliardi wizar pada sidang kasus pembunuhan direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen sangat mengejutkan
    dimana wiliardi sangat berani dan dengan gamblang menyebutkan bahwa BAP yang dibuat dirinya terdapat unsur paksaan…
    wiliardi dengan tegas memberikan kesaksian yang semakin membuat posisi POLRI tersudut

    dalam kesaksiannya tersebut, antasari sampai mengucurkan air mata
    wiliardi begitu tegas dan tanpa takut membeberkan kesaksian yang memberatkan para penuntut hukum
    dalam kasus ini, antasari diduga sebagai otak dalam pembunuhan direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

    semoga saja kasus ini dapat segeradiselesaikan.
    dan bisa memberikan jawaban siapa yang benar dan yang salah….

    Iklan

  2. Rachmat said

    “Salut buat bpk wiliardi” secara tegas dan jelas beliau memaparkan kejadian yg dia alami. Kalo melihat dari sidang beliau, kata2nya dan raut wajahnya memang murni tidak dibuat buat. Raut wajah seperti itu mengekspresikan kejengkelan kemarahan dari manusia yg merasa dikhianati. Jika benar seperti itu, betapa tega dan kejinya pimpinan beliu. Bpk wiliardi sekeluarga, kuatkan hati peganglah kebenaran. ALLAH tdk akan diam. Rakyat indonesia bisa merasakan yg mana kebenaran itu. Kuatkan hatimu pak!!

  3. Waspada said

    Percayalah, Allah SWT Maha Mengetahui apa-2 yang diperbuat hambanya di muka bumi. Sehebat apapun manusia menyembunyikan perbuatannya, tidak akan pernah luput dari ke-Mahatahu-an AllAh SWT. Siapapun yang bersalah karena telah melakukan perbuatan keji menyekiti sesama mahluk ciptaan-Nya akan menanggung ganjaran pedih tak terkira, baik di dunia maupun di akherat. Ingatlah jabatan, pangkat, gelar, wewenang, kekuasaan, uang, harta dan koneksi yang dimiliki saat ini hanyalah kebahagiaan sementara alias titipan amanah dari Allah SWT yang akan berakhir manakala manusia sudah waktunya masuk ke liang kubur yang gelap gulita dan sesak seorang diri kecuali kain kafan yang membalut diri jenazah. Tiada koneksi dan handai taulan, tiada anak dan istri, tiada harta dan bekal, semuanya yang susah payah dicari dan dikumpulkan dengan cara apapun, apakah yang halal maupun yang haram akan ditinggalkan begitu saja di dunia. Yang dibawa dan yang akan menyelamatkan diri hanya satu, yakni amalan-amalan selama hidup di dunia dan doa anak yang soleh (anak yang bersih atau tidak dikasih makan dan didik dengan uang haram), serta dosa yang diperbuat selama hidup di dunia. Diantara perbuatan dosa manusia yang akan diberi ganjaran azab yang pedihnya tak terperikan saat hidup di dunia adalah perbuatan menyiksa, menipu, memfitnah, mendusta, mencuri, memakan haram, meminum arak, maksiat, membunuh, menyakiti sesama, musrik, murtad, serakah, tamak, ria, sombong, takabur, melanggar amanah atau kepercayaan dan jabatan, melanggar sumpah dll. Ingatlah disamping kejamnya siksa alam kubur, masih ada lagi kejamnya siksa neraka jahanam (audzubilahiminzalik) yang dalamnya mencapai 70 tahun benda jatuh dan panasnya 70 kali panas api terpanas di bumi.
    Ingatlah walau usia, rejeki, jodoh dan takdir adalah hanya Allah SWT yang tahu, tapi sttatistik manusia mencatat usia rata-rata manusia saat ini hanyalah 60 s/d 70 tahun saja, selebihnya adalah bonus dari Yang Maha Kuasa bagi orang-orang tertentu saja yang beruntung. Jika usia manusia saat ini dipuncak kejayaannya telah mencapai 50 tahun, berarti kesempatan hidupnya rata-rata tinggal 10 s/d 20 tahun lagi. Suatu masa yang tidak bisa dibilang terlalu lama. Apalagi jika suianya lebih dari itu, maka makin sempitlah kesempatan dirinya untuk mengumpulkan amalan dan meminta tobat. Ingatlah salah satu ayat dalam kitab suci Al-Quran mengatakan bahwa sesungguhnya “selalu dalam keadaan merugi”. Jadi manusia jarang yang bersyukur dan berusaha memanfaatkan kesempatan hidupnya di dunia yang sebentar itu untuk berlomba-lomba berbuat amalan dan kebajikan, melainkan doyan berbuat dosa seperti : berbohong, menyiksa, memfitnah, menyalahgunakan jabatan, mengkhianati sumpah dan amanah, mencuri, memakan dan meminum barang haram, maksiat, judi, sombong dan takabur (merasa paling kuat dan hebat). Jika itu dosa-2 itu dilakukan mana kala usia manusia telah tua, maka bersiap-siaplah mendapat SPD menuju pengadilan terkejam di akherat. Tiada seorangpun dan secuail hartapun yang akan menolong sitidakberuntung. Maka sadarlah dan tobatlah sebelum terlambat.

  4. endang saputra said

    Jahanam.Sebagai ‘Kas’ Mabes Polri, Bareskrim diisi para penyamun.Kasus Susno dengan Willy sangat berbeda, sangat bertolakbelakang.Willy menangis karena merasa dihianati atasannya, sementara susno di Komisi III menangis bo’ongan.Yang keluar dari mata susno adalah air mata ‘buaya’.Segera bentuk Densus 09 (Detasemen Anti Susno 09)

  5. bapak ibu dan keluarga wiliardi yang terhormat, mingkin ini adalah masukan dari orang kecil di pedesaan yang berpropesi bengkel elektronik keliling, yang pertama yah itulah pemerintahan atau departemen di kita di mana bawahan harus selalu patuh pada atasan, mohon maaf mungkin di sini hanya kita tinggal belajar jujur pada diri sendiri, andaipun janji janji petinggi itu di tepati mungkin bapak ibu wiliardi juga akan berkata tidak jujur yang mengakibatkan adanya orang yang korban akibat ketidak jujuran perkataan kesaksian bapak will. itu baru mungkin hemat saya dan andai itu terjadi sangatlah hina di muka tuhan.tapi dengan janji yang di ingkari oleh pejabat itu baru bapak will merasakan begitu sakitnya jadi korban. yah itulah hidup. mohon maaf dari semua itu tinggal kita ambil hikmahnya bahwa tuhan memberikan kita semua adalah yang terbaik. selalu bersyukur padanya atas semua yang telah di berikannya, andai petingi polri menepati janjinya mungkin bapak will tidak akan merasakan kejujuran dan ketidak adilan mohon maap ini adalahkuasa tuhan yang telah membukakan hati bapak ibu wiliardi untuk berkata jujur dan yang sebenarnya. semoga bapak ibu dan kel will selalu dalm lindungannya dan akan selalu menjaga kejujuran di hadapan tuhan. amien 0817787158

  6. Ingatlah wahai manusia.
    Yang sudah pada tua.
    Alias kepala lima.
    Jatah hidupmu didunia.
    Hanya tinggal sedepa.
    Tak terkecuali mereka.
    Yang beruntung hidup lebih lama.

    Wahai manusia.
    Yang sudah pada tua.
    Tak adakah rasa malu tak terkira.
    Dilihat anak cucu yang masih muda.
    Yang butuh bimbingan dan kasih sayang semata.

    Wahai manusia.
    Yang sudah pada tua.
    Kebaikan atau kejahatankah jasamu hidup di dunia.
    Kehancuran atau kemajuankah yang engkau cipta.
    Bagi kami generasi muda anak bangsa.
    Yang engkau lahirkan kedunia.
    Yang fana tentunya.

    Wahai manusia.
    Yang sudah pada tua.
    Tak inginkah kau dipuja.
    Oleh kami generasi muda.
    Tak inginkah kau dijaga.
    Oleh kami anak-anak bangsa.
    Yang selalu setia.
    Pada nasehat orang tua.

    Wahai manusia.
    Yang sudah pada tua.
    Hanya satu nasehat yang prnah kami terima.
    Jadilah anak yang berguna.
    Bagi nusa dan bangsa.
    Dan harapan orang tua.
    Yang sudah terlanjur banyak dosa.

    TTD
    Anak bangsa.

  7. Yantoro said

    Demi Allah tidak ada selembar daunpun dimuka bumi ini yang jatuh ke tanah lepas dari pandangan Allah, Percayalah bahwa orang yang mendholimi, menfitnah ataupun berbuat tidak baik kepada orang lain “sesungguhnya ia sedang menghancurkan dirinya sendari”. Tetap tegarlah saudaraku pemegang kebenaran, jangan pernah gentar untuk mengatakan tidak, kalau memang tidak dan jangan pernah gentar untuk mengatakan ya, apabila memang iya…..Tuhan selalu bersama orang yang senantiasa berbuat dan berupaya untuk menegakkan kebenaran. walau harus ikhlas di jebloskan ke penjara. Salam saya buat orang-orang yang di dholimi.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.905 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: