KabarNet.in

Aktual Tajam

RCTI: Kami Tidak Bisa Diatur-atur

Posted by KabarNet pada 04/11/2009

Jakarta – Kubu Anggodo Widjojo dan kawan-kawan mencatut nama RCTI. Ini bisa dilihat dari rekaman yang diperdengarkan di sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Atas pencatutan ini, Pemimpin Redaksi (Pimred) RCTI Arief Suditomo menegaskan bahwa RCTI tidak bisa diatur-atur oleh pihak lain.

“Kebijakan redaksional RCTI bukan suatu hal yang kami kompromikan dengan pihak mana pun,” kata Arief saat dihubungi detikcom, Selasa (3/11/2009).

Menurut Arief, pengambilan keputusan di RCTI selalu transparan dan kredibel. “Fakta, bila kami ingin menghadirkan wawancara dengan Pak Anggoro, tentunya sama dengan media mana pun, tetapi bukan berarti kami bisa diatur-atur, bukan karena apa-apa, tetapi karena proses pengambilan keputusan selalu transparan dan kredibel,” ujar Arief.

Dalam rekaman telepon itu, Anggodo dan lawan bicaranya mencatut nama stasiun RCTI. Berikut percakapan tertanggal 10 Agustus 2009 yang mencatut RCTI antara Anggodo dengan seseorang laki-laki:

AGD: bang, katanya tadi ada keluar sediit kalo yang keluar sedikit. Yang keluar bahwa itu bukan pemerasan tapi penyuapan. Saya kira lebih cepet abang. Kalau bisa abag live salah satu lebih bagus.

Male: tadi yang di RCTI gimana?
AGD: ya abang telepon dong. Sekarang abang telepon bisa gak live sekarang?
Male: ya tadi kontak ke mereka, lagi mereka atur gitu loh
AGD: bukan. Yang temen kita itu loh. Udah abang kontek belum? Coba dikontek, kan udah saya SMS nomernya. Itu yang pegang Seputar Indonesia, Bang. Jadi gampang.
Male: oke Bang.

Selain mencatut RCTI, Anggodo dkk juga menyebut nama Metro TV dan detikcom. Namun, kedua media ini disebut terkait lawan bicara Anggodo yang membaca dan melihat tayangan berita di dua media massa itu.

Rekaman Anggodo Catut RCTI, Sebut Metro TV dan detikcom

RCTI dicatut oleh Anggodo Wodjojo dan jaringannya. Sedangkan dua media lain, Metro TV dan detikcom disebut-sebut dalam rekaman pembicaraan Anggodo itu.

RCTI dicatut saat pembicaraan antara Anggodo dengan seseorang terkait pembuatan opini terkait rekayasa kriminalisasi KPK. Berikut percakapan tertanggal 10 Agustus 2009 yang mencatut RCTI:

AGD: bang, katanya tadi ada keluar sediit kalo yang keluar sedikit. Yang keluar bahwa itu bukan pemerasan tapi penyuapan. Saya kira lebih cepet abang. Kalau bisa abag live salah satu lebih bagus.
Male: tadi yang di RCTI gimana?
AGD: ya abang telepon dong. Sekarang abang telepon bisa gak live sekarang?
Male: ya tadi kontak ke mereka, lagi mereka atur gitu loh
AGD: bukan. Yang temen kita itu loh. Udah abang kontek belum? Coba dikontek, kan udah saya SMS nomernya. Itu yang pegang Seputar Indonesia, Bang. Jadi gampang.
Male: oke Bang.

Sementara nama Metro TV disebut dalam pembicaraan Anggodo dengan seorang perempuan yang diduga bernama Ong Yuliana Gunawan. Saat itu, Ong Yuliana bercerita melihat tayangan berita TV. Berikut percakapannya, yang aslinya Anggodo dan Yulia menggunakan bahasa Jawa:

AGD: Udah Pak Susno ngomong suruh nunggu. Pak ini gimana kok malah Ari yang dikejar-kejar
Fem: Eh, tadi pagi masuk tivi lho Anggoro, fotonya dan KPKnya, Bibit ngomong bila kalau Antasari itu kok begitu, wong ketua kok ngomong sembarangan, kita ini kerja bener-bener gak terima uang dari…..Bibit..Bibit… di Metro TV, tapi ada wartawan, tapi dia siapa ya kok dia ngomong gini lho kok yang disebut Anggoro terus kan banyak koruptor

Sedangkan detikcom disebut dalam pembicaraan antara Anggodo dengan Bonaran Situmeang, pengacara Anggoro. Saat itu Bonaran memberitahukan kepada Anggodo bahwa berdasarkan berita detikcom, Chandra dan Bibit tidak ditahan. Berikut percakapannya:

AGD: Eh, gimana itu perkembangannya? Jadi ditahan?
Bonaran: Kalau menurut beritanya di detik, baca detik gak? Itu gak jadi ditahan.
AGD: Oh ya?
Bonaran: Lihat detik

Sementara itu pengacara Bambang Widjojanto saat konferensi pers di Gedung MK seusai sidang yang membuka rekaman Anggodo, Selasa (3/11/2009), menyatakan bahwa ada dua dua media yang dicatut dalam rekaman. Penelusuran wartawan, data yang disampaikan Bambang salah.

Yang benar, ada dua media yang disebut dalam rekaman itu, yaitu Metro TV dan detikcom dan ada satu media yang dicatut: RCTI. Metro TV dan detikcom disebut terkait pembicara di rekaman itu dalam konteks melihat tayangan berita perkembangan kasus Bibit dan Chandra.

Bambang Widjajanto sudah mengklarifikasi tentang penyebutan detikcom di rekaman itu. “detikcom itu memang hanya dilibat-libatkan, saya juga menegaskan detikcom tidak dicatut namanya, namun hanya disebut. Tadi saya akui ada slip of tongue(terselip lidah),” kata Bambang. (detik)

2 Tanggapan to “RCTI: Kami Tidak Bisa Diatur-atur”

  1. capunk said

    Seorang Anggodo bisa Mendikte Banyak Orang tapi Pihak POLRI tetap membela Anggodo cs walaupun sudah merugikan Nama Presiden dan Institusi POLRI sebagai Penegak Hukum.
    Memang POLRI layak disebut Pengayom atau lebih tepat Pemanja ANGGODO

  2. aan said

    Kalo Detik spt-nya ga’ masuk deh dari percakapan tsb.
    Memang kalow orang bayk uang dan banyak maunya
    apa za bisa di atur dan dibeli..
    tobat.. tobat deh ngeliatnya..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.088 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: